Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Februari 2026, 04.05 WIB

Tetapkan Awal Puasa 18 Februari 2026, 8 Juta Warga Muhammadiyah Jatim Tarawih Malam ini

8 juta umat Muhammadiyah di Jatim mulai Salat Tarawih malam ini, setelah 1 Ramadan 1447 H ditetapkan pada 18 Februari 2026. - Image

8 juta umat Muhammadiyah di Jatim mulai Salat Tarawih malam ini, setelah 1 Ramadan 1447 H ditetapkan pada 18 Februari 2026.

JawaPos.com - Sebanyak 8 juta umat Muhammadiyah di Jawa Timur mulai melaksanakan Salat Tarawih pada Selasa malam (17/2), menyusul penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu besok (18/2).

Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Sukadiono. Ia mengatakan jika merujuk pada data, dari 41,53 juta penduduk Jawa Timur, 8 juta di antaranya adalah umat Muhammadiyah.

"Kalau warga Jatim, ada 8 jutaan umat Muhammadiyah yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Ya Insyaallah akan melakukan Salat Tarawih pada malam hari ini," ucap Sukadiono dikonfirmasi, Selasa (17/2).

Seperti di Masjid Al Mufidah, Jalan Ketintang Nomor 45, Kecamatan Wonokromo, Surabaya. Lebih dari 500 umat Muhammadiyah tampak khusyuk melaksanakan Salat Tarawih perdana pada Selasa malam.

Sebagai informasi, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026. Keputusan ini berdasarkan kriteria visibilitas hilal yang bersifat global di Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

“Jadi dengan maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk 1 Ramadhan kita akan datang tanggal 18 Februari 2026, jadi Rabu besok," imbuh Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya tersebut.

Sukadiono menyampaikan bahwa pihaknya telah lebih dulu menginformasikan kepada seluruh umat Muhammadiyah untuk mempersiapkan sarana dan prasarana yang akan digunakan sebagai tempat salat Tarawih.

“Sudah jauh-jauh hari diumumkan mulai bulan November, jadi seluruh masjid Muhammadiyah melalui lembaga pengembangan cabang, ranting, dan pembinaan masjid sudah melakukan persiapan Tarawih," ucap Sukadiono.

Ia menyebut berdasarkan data internal, tercatat ada 5.400 masjid dan musala Muhammadiyah di Jawa Timur. Seluruh tempat ibadah itu akan digunakan umat Muhammadiyah untuk melaksanakan Salat Tarawih perdana.

Terkait perbedaan awal Ramadan, Sukadiono menyebut ini sudah hal biasa dan juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Ia bersyukur warga Muhammadiyah dan jemaah organisasi Islam lain saling menghargai.

"Ya tentu kami menginformasi kepada warga Muhammadiyah untuk melakukan Salat Taraweh perdana dengan tertib, bisa menjaga kesantunan, tanpa menyinggung kelompok lain," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore