
Ilustrasi robot humanoid Optimus yang dikembangkan Tesla sebagai bagian dari visi futuristik perusahaan dalam otomasi dan layanan medis. (Business Insider)
JawaPos.com — Dalam laporan kinerja kuartal ketiga Tesla, Elon Musk menyoroti pergeseran penting dalam arah perusahaan. Dia menekankan bahwa teknologi robotika kini menjadi fokus strategis yang semakin menonjol, terutama melalui pengembangan Optimus.
Robot humanoid tersebut diproyeksikan sebagai inovasi yang tidak hanya berdampak pada masa depan bisnis Tesla, tetapi juga berpotensi membuka peluang besar di sektor layanan kesehatan global.
Melansir Business Insider, Senin (17/11/2025), dalam keterangannya kepada para analis, Musk menilai skala produksi Optimus dapat mengubah struktur pendapatan Tesla secara signifikan.
Menurut Musk, "Robot ini akan menjadi sumber keuntungan yang tidak terbatas", merujuk pada potensi operasional tanpa henti selama satu hari penuh jika Optimus berhasil diproduksi secara massal.
Musk kemudian mengaitkan pengembangan Optimus dengan visi besar pemerataan kesejahteraan. Dia menyatakan, "Dengan Optimus dan teknologi mengemudi mandiri (self-driving), kita bisa membangun dunia tanpa kemiskinan, di mana setiap orang memperoleh akses ke perawatan medis terbaik".
Dia juga menambahkan, "Optimus akan menjadi ahli bedah yang luar biasa", sebagai gambaran ambisi Tesla menghadirkan layanan kesehatan berbasis robotik.
Namun kemampuan bedah tersebut hingga kini belum pernah ditampilkan di ruang publik. Demonstrasi yang sudah dilakukan hanya mencakup gerakan kung fu, kemampuan mengambil telur, serta menyajikan popcorn dengan kecepatan rendah. Tesla menargetkan peluncuran Optimus Versi 3 pada awal 2026 dengan rencana produksi massal hingga satu juta unit per tahun.
Walaupun demikian, Musk mengakui pengembangan Optimus menghadapi tantangan teknis besar. Dia menyebut bahwa penyempurnaan tangan dan lengan robot merupakan proses “yang jauh lebih sulit dibanding bagian robot lain", karena membutuhkan rekayasa elektromekanis yang rumit dan presisi tinggi.
Selain tantangan mekanik, Tesla menilai rantai pasok global saat ini belum sepenuhnya siap mendukung produksi humanoid dalam skala besar. Oleh sebab itu, perusahaan memilih strategi pengembangan yang sangat terintegrasi agar bisa mengendalikan kualitas dan ketersediaan komponen utama.
Di sisi tata kelola perusahaan, Musk mengaitkan proyek Optimus dengan perlunya kendali yang lebih besar atas Tesla. Sang miliarder teknologi itu menegaskan bahwa dirinya tidak nyaman “membangun pasukan robot” tanpa memiliki pengaruh yang kuat terhadap arah perusahaan, terutama di tengah pembahasan paket kompensasi CEO yang bernilai sangat besar.
Meski ambisi Musk sangat besar, sejumlah analis memperingatkan bahwa produksi humanoid dalam jumlah masif akan membutuhkan kemampuan manufaktur yang jauh lebih matang dibanding kendaraan listrik. Modal besar, teknologi yang stabil, serta pasokan komponen yang konsisten menjadi prasyarat yang belum sepenuhnya terpenuhi.
Di sisi pasar, Tesla juga belum memberikan pembaruan signifikan mengenai pengembangan produk kendaraan baru, karena fokus perusahaan pada panggilan pendapatan kali ini lebih banyak diarahkan pada Optimus dan teknologi otonom.
Pada akhirnya, pernyataan Musk ini memperlihatkan visi jangka panjang yang menempatkan Optimus sebagai simbol transformasi industri berbasis kecerdasan buatan. Jika berhasil diwujudkan, robot ini dapat menjadi salah satu inovasi paling berpengaruh dalam sejarah teknologi modern sekaligus pilar pertumbuhan Tesla pada dekade mendatang. (*)
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
