Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Desember 2025, 16.51 WIB

Baterai Lithium Rentan Meledak Kenali Penyebabnya

Paket baterai lithium ion untuk mobil listrik e-Golf di pabrik Volkswagen di Dresden, Jerman. Sumber Foto: Krisztian Bocsi/Bloomberg/Getty Images - Image

Paket baterai lithium ion untuk mobil listrik e-Golf di pabrik Volkswagen di Dresden, Jerman. Sumber Foto: Krisztian Bocsi/Bloomberg/Getty Images

JawaPos.com - Baterai lithium rentan meledak karena mudah mengalami thermal runaway, yaitu reaksi berantai panas yang tidak terkendali akibat suhu berlebih yang menyebabkan dekomposisi internal. Kondisi ini sering dipicu oleh pengisian daya berlebihan, kerusakan fisik, suhu tinggi, atau cacat produksi.

Kejadian Terra Drone bisa menjadi pelajaran untuk selalu berhati hati dalam melakukan aktivitas yang menggunakan baterai lithium. Bahkan belum lama setelah kasus Terra Drone juga terjadi kebakaran ratusan mobil golf juga terbakar.

Dirangkum dari berbagai sumber masalah tersebut dapat mengakibatkan kerusakan pada pemisah elektroda, korsleting, pelepasan gas beracun, hingga kebakaran atau ledakan. Faktor utama penyebab ledakan mencakup beberapa hal:

1. Thermal Runaway:

Pemicu utama di mana panas internal melebihi kemampuan pendinginan baterai, memicu reaksi kimia yang menghasilkan lebih banyak panas. Akibatnya, suhu meningkat drastis hingga mencapai ratusan derajat Celsius.

2. Pengisian/Pengosongan Berlebih:

Mengisi daya terlalu penuh atau mengosongkan hingga kapasitas minimum berpotensi merusak struktur internal baterai, sehingga meningkatkan risiko kerusakan.

3. Kerusakan Fisik:
Benturan, penusukan, atau penyok dapat merusak pemisah tipis antara anoda dan katoda, memicu korsleting internal.

4. Suhu Ekstrem:

Baterai yang disimpan atau digunakan pada suhu tinggi (di atas 25°C) atau terkena paparan sinar matahari langsung lebih cepat mengalami degradasi.

5. Cacat Produksi:

Masalah seperti kontaminasi komponen internal, kualitas segel yang buruk, atau lapisan elektroda yang tidak rata dapat menyebabkan korsleting sejak awal penggunaan.

Mekanisme ledakan baterai lithium melalui beberapa tahapan:

  • Pemanasan Awal: Faktor pemicu seperti suhu tinggi, kerusakan fisik, atau pengisian daya berlebihan memulai peningkatan suhu.
  • Dekomposisi Internal: Suhu kritis memicu pemisahan komponen internal baterai dan menghasilkan panas tambahan.
  • Reaksi Berantai: Panas yang dihasilkan mempercepat proses thermal runaway, dengan siklus pemanasan semakin cepat.
  • Peningkatan Tekanan: Gas beracun dan uap elektrolit terbentuk, menekan struktur baterai hingga akhirnya pecah atau meledak.

Cara mencegah insiden baterai lithium di antaranya:

  •  Gunakan charger resmi dan berkualitas standar.
  • Hindari menyimpan atau menggunakan baterai pada suhu ekstrem atau di bawah paparan matahari langsung. 
  • Jangan gunakan baterai yang rusak atau terlihat bengkak.
  • Perhatikan indikator pengisian daya untuk mencegah pengisian berlebih atau membiarkan baterai kosong sepenuhnya.

Namun dengan berkembangnya teknologi, produsen baterai akan terus melakukan inovasi untuk meminimalkan kondisi bahaya bagi pengguna saat memanfaatkan baterai.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore