
Ilustrasi: Anak-anak liburan sekolah ramah anak ke destinasi wisata eco learning tourism. (Pexels)
JawaPos.com — Kalau kamu sedang bingung ingin liburan yang seperti apa dan kemana yang ingin dilakukan bersama anak saat liburan sekolah nanti, kamu bisa coba ke destinasi wisata eco learning tourism.
Eco learning tourism dapat menjadi solusi untuk para orang tua yang bingung perihal liburan ramah anak dan edukatif. Karena seringkali, saat liburan bersama anak, para orang tua bingung ingin melakukan apa dan kemana bersama anak.
Tidak hanya tempat wisata yang membuat anak aman, nyaman dan senang, tapi juga tempat yang membuat orang tua juga rehat sejenak dari pekerjaan. Selain itu, untuk membiasakan anak tetap belajar walaupun sedang liburan, butuh tempat wisata yang mengajak anak untuk melakukan kegiatan edukatif.
Eco learning tourism bisa jadi satu dari sekian dari banyaknya ide liburan ramah anak. Namun kalau para orang tua ingin mengajak anak untuk tidak hanya dekat tapi juga belajar mencintai alam dan lingkungan mengunjungi destinasi wisata eco learning tourism atau ecotourism adalah jawabnya.
Menurut laman The International Ecotourism Society, ecotourism merupakan kegiatan wisata yang bertanggung jawab pada lingkungan. Fokus kegiatannya adalah edukasi melalui kegiatan pelestarian lingkungan.
Tidak hanya berfokus pada lingkungan, ecotourism juga berfokus dalam upaya memberdayakan masyarakat lokal yang berada di lokasi wisata tersebut, yang sehari-hari melakukan upaya pelestarian lingkungan.
Setiap destinasi wisata berbasis eco learning tourism atau eco tourism memiliki jenis kegiatannya masing-masing tergantung keunikan daerah dan kondisi lingkungan sekitarnya.
Ambil contoh destinasi eco leaning tourism di Eco Active Park, Batu, Malang, Jawa Timur. Tidak hanya sebagai destinasi wisata dengan banyaknya wahana permainan, tapi anak-anak termasuk juga para orang tua bisa belajar bagaimana mengolah limbah cair dengan praktik secara langsung.
Ada juga desa wisata di Desa Kelecung, Badung, Bali atau Kelecung Eco Village. Di sana pengunjung tidak hanya mengunjungi desa yang asri dan jauh dari bisingnya perkotaan. Namun diajak untuk hidup layaknya warga desa setempat. Serta melakukan kegiatan aktif seperti pertanian hidroponik, konservasi penyu, hingga membuat sabun dengan bahan alami yang ada di sekitar desa.
Di tengah semakin minimnya interaksi anak dengan alam dan lingkungan karena kehidupan perkotaan yang padat dan aktivitas sekolah, liburan anak berbasi eco learning tourism bisa jadi pilihan tepat untuk mengisi liburan sekolah. Anak bisa tetap belajar hal-hal baru yang membuat mereka terhubung dengan alam, sementara orang tua tetap bisa menikmati waktu liburan dengan nyaman.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
