Ilustrasi weton doa tercepat tembus langit (Wirestock/Freepik)
JawaPos.com - Dalam primbon Jawa, doa tidak dipahami sekadar rangkaian kata yang diucapkan melalui lisan. Doa adalah getaran batin yang lahir dari keselarasan antara niat, rasa, dan jalan hidup seseorang.
Ketika batin selaras, doa bekerja bukan sebagai permintaan kosong, melainkan sebagai energi yang bergerak seiring kehidupan itu sendiri. Karena itulah, ada orang yang berdoa panjang namun terasa berat, dan ada pula yang berdoa singkat tetapi langit seakan cepat merespons.
Kecepatan doa tidak ditentukan oleh seberapa sering seseorang meminta, melainkan seberapa jujur ia berdiri di hadapan Yang Maha Kuasa. Hati yang tidak berlapis-lapis justru menjadi jalur doa yang paling bersih.
Menurut primbon Jawa, tahun 2026 menjadi titik selaras antara batin manusia dan alam yang dilansir dari kanal YouTube Filosofi Jawa.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
