Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 Oktober 2025, 00.30 WIB

Genap Sebulan Pasca Tragedi Al Khoziny, Asrama Putri Ponpes di Situbondo Tiba-Tiba Ambruk, 1 Santriwati Dilaporkan Meninggal, 11 Luka-luka

Genap Sebulan Pasca Tragedi Al Khoziny, Asrama Putri Ponpes di Situbondo Tiba-Tiba Ambruk, 1 Santriwati Dilaporkan Meninggal. (Istimewa)

JawaPos.com - Genap sebulan setelah tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Senin (29/9), dunia pesantren kembali diselimuti kabar duka.

Bangunan Asrama Putri Pondok Pesantren Salafiah Syafi'iyah Syekh Abdul Qodir Jailani di Jalan Pesanggrahan, Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, tiba-tiba ambruk pada Rabu (29/10) sekitar pukul 00.30 WIB. 

Tragedi nahas ini mengakibatkan satu santriwati bernama Putri, 12 tahun, meninggal dunia. Putri merupakan warga Dusun Rawan, Desa Besuki, Kecamatan Besuki, Situbondo. Sementara 11 santriwati dilaporkan luka-luka. 

Korban luka-luka dirawat di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) Situbondo, di antaranya 6 korban dirawat di Puskesmas Besuki, 4 korban di RSUD Besuki, dan 1 korban dirawat di RSIA Jatimed. 

Kapolsek Besuki, AKP Febry Hermawan mengatakan peristiwa nahas itu terjadi saat para santri sedang beristirahat. Berdasarkan data yang diperoleh, ada 19 orang di dalam asrama saat atap tiba-tiba ambruk. 

"Untuk penanganan peristiwa ini sudah diambil alih oleh Polres Situbondo, dan tadi pagi polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)," kata Febry di Situbondo, dikutip dari Radar Lawu, Jawa Pos Group, Rabu (29/10).

Menurutnya, hujan deras disertai angin kencang sempat melanda wilayah sekitar pesantren sebelum kejadian. Namun apakah faktor cuaca menjadi penyebab asrama tiba-tiba ambruk, AKP Febry belum bisa menjawab. 

Sementara itu, Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Darmawan membenarkan peristiwa ambruknya bangunan asrama putri di Ponpes Salafiah Syafi'iyah Syekh Abdul Qodir Jailani. Ia menegaskan penyelidikan masih berlangsung. 

“Kami masih melakukan pendalaman, apakah penyebabnya karena faktor cuaca, struktur bangunan, atau faktor lain. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak Kementerian Agama,” ujar AKBP Rezi. 

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore