Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 Oktober 2025, 03.52 WIB

Pemkab Situbondo Tanggung Biaya Pengobatan Santriwati Korban Ambruknya Asrama Ponpes Syekh Abdul Qodir Jaelani

Pemkab Situbondo Tanggung Biaya Pengobatan Santriwati Korban Ambruknya Asrama Ponpes Syekh Abdul Qodir Jaelani. (Dokumentasi Radar Situbondo) - Image

Pemkab Situbondo Tanggung Biaya Pengobatan Santriwati Korban Ambruknya Asrama Ponpes Syekh Abdul Qodir Jaelani. (Dokumentasi Radar Situbondo)

JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten Situbondo menanggung penuh seluruh biaya pengobatan santriwati yang menjadi korban ambruknya asrama di Pondok Pesantren Salafiah Syafi'iyah Syekh Abdul Qodir Jaelani. 

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, saat meninjau langsung lokasi asrama ponpes yang ambruk dan menjenguk santriwati korban luka-luka di RSUD Besuki, Rabu (29/10)

Sebagai informasi, bangunan asrama putri pondok pesantren, yang beralamat di Desa Belimbing, Kecamatan Besuki, Situbondo ini tiba-tiba ambruk pada Rabu dini hari (29/10), saat santriwati tengah beristirahat.

Akibat insiden tragis tersebut, satu santriwati bernama Putri Hemilia, 13 tahun, meninggal dunia. Sementara belasan santriwati Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Syekh Abdul Qodir Jaelani, mengalami luka-luka. 

"Alhamdulillah, berkat kerja sama kita semua, saat ini kami pastikan seluruh adik-adik santri yang dirawat di RSUD Besuki ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Situbondo,” tutur Ulfiyah, dikutip dari Radar Situbondo, Rabu (29/10).

Tidak hanya menanggung biaya pengobatan korban, Pemerintah Kabupaten Situbondo juga bergerak cepat terkait pemulihan bangunan. Anggaran renovasi pun rencananya akan diambil dari alokasi Biaya Tak Terduga (BTT). 

"Kita percepat pemulihan pembangunan melalui BTT. Itu pesan Mas Bupati (Yusuf Rio Wahyu Prayogo) untuk disampaikan kepada pengasuh. Mas Bupati juga berpesan agar adik-adik santri selalu semangat," imbuhnya.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Kementerian Agama. Alhamdulillah, dari Kanwil sudah menyiapkan langkah-langkah, PU Bina Marga juga siap membantu, termasuk untuk pemasangan genting dan seng,” lanjut Ulfiyah.

Menurutnya, bangunan asrama ambruk akibat hujan deras dan angin kencang pada Rabu dini hari. Retakan bangunan usai dua kali gempa yang mengguncang Situbondo, membuat kerusakan semakin parah.

"Semalam hujannya deras disertai angin kencang. Ini juga menjadi kekhawatiran sejak gempa terjadi. Situbondo sudah dua kali diguncang gempa, dan setelah kami lihat, memang ada retakan," ungkap Ulfiyah. (*)

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore