Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 November 2025, 22.14 WIB

Kerahkan 155 Personel untuk Bantu Operasi SAR di Cilacap, Polri Juga Kirim 4 Anjing Pelacak

Operasi pencarian korban longsor di Cilacap, Jateng pada Jumat (14/11). Polri mengerahkan ratusan personel dan anjing pelacak. (Polri) - Image

Operasi pencarian korban longsor di Cilacap, Jateng pada Jumat (14/11). Polri mengerahkan ratusan personel dan anjing pelacak. (Polri)

JawaPos.com - Polri membantu operasi SAR longsor di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) yang terjadi pada Kamis malam (13/11). Sebanyak 155 personel dikirim oleh Polri, termasuk diantaranya 4 anjing pelacak.

Saat ini, personel gabungan masih berusaha mencari 20 korban hilang dan telah mengevakuasi 3 korban meninggal dunia. 

Berdasar data dari Polri, longsor tersebut terjadi sekitar pukul 19.20 WIB. Longsor mengakibatkan 3 dusun di Kecamatan Majenang tertimbun longsor.

Bencana itu diawali hujan deras serta suara gemuruh dari perbukitan. Tidak lama setelahnya material tanah dalam volume besar menimbun rumah-rumah warga. Seketika itu pula puluhan korban tertimbun.

Bersama Pemerintah Kabupaten Cilacap, Polri segera mendirikan Posko Tanggap Darurat untuk memusatkan koordinasi penanganan bencana dan memastikan masyarakat mendapat bantuan cepat serta terukur.

Sejak tadi malam, Polri telah menyiapkan rumah sakit darurat, area layanan medis cepat, tenda-tenda pengungsian, dan menurunkan tim trauma healing. 

”Fasilitas itu menjadi pusat konsentrasi bantuan dan perlindungan bagi masyarakat, mengingat banyak warga kehilangan tempat tinggal dan mengalami tekanan emosional akibat bencana,” ungkap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangan resmi pada Jumat (14/11).

Untuk mempercepat pencarian korban, Polri mengerahkan 155 personel yang terdiri atas 125 personel Polresta Cilacap dan 30 personel Brimob. Polri juga menurunkan 4 anjing pelacak (K9) untuk mendeteksi titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun.

Selain itu, peralatan manual seperti cangkul dan senso digunakan karena medan sangat berat dan timbunan tanah yang cukup tebal. 

”Polri bekerja all out dalam misi kemanusiaan ini. Setiap personel dikerahkan dengan penuh tanggung jawab, menggabungkan pencarian manual, dukungan anjing pelacak, serta layanan trauma healing bagi keluarga korban. Keselamatan warga dan anggota tim pencarian merupakan prioritas utama,” terangnya. 

Polri juga telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada, menjauhi area tebing rawan runtuhan, serta mengikuti seluruh instruksi petugas di lapangan.

Operasi SAR akan dilanjutkan sampai tuntas dengan kekuatan penuh dari BPBD, BNPB, Basarnas, TNI, Polri, relawan SAR, dan pemerintah yang dibantu oleh masyarakat setempat. 

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore