Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 November 2025, 01.04 WIB

Kesehatan Pengungsi Pasca Erupsi Semeru, Warga Keluhkan Nyeri Kepala dan Debu Vulkanik

Relawan Kesehatan, Ike Yuli Suryani, memeriksa tensi pengungsi Semeru di posko SD Negeri Supiturang 4, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Sabtu (22/11). (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com-SD Negeri Supiturang 4 menjadi salah satu posko pengungsian bagi ratusan warga Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, pasca erupsi dahsyat pada Rabu sore (19/11). 

Memasuki hari keempat, Sabtu (20/11) para warga mulai mengeluhkan masalah kesehatan, terlihat di sudut sekolah, tempat posko kesehatan berada. Tak ada antrean memang, namun warga silih berganti minta diperiksa. 

"Dokter saya coba diperiksa, pusing," tutur nenek berkerudung ungu kepada relawan kesehatan di posko. Benar saja, setelah dilakukan cek tekanan darah, tensi nenek tersebut cukup tinggi, di atas 140/90 mmHg. 

Di sudut yang sama, berjejer macam-macam obat di atas meja posko pengungsian. Tak hanya obat-obatan, tersedia pula berbagai macam kebutuhan dasar yang disiapkan untuk memenuhi keperluan para pengungsi. 

Koordinator relawan kesehatan Posko SD Negeri Supiturang 4, Ike Yuli Suryani tampak sibuk  melayani pemeriksaan tensi. Tak jarang seorang pria meminta popok bayi kepadanya. Seorang ibu-ibu juga bersahut meminta minyak angin.

Koordinator relawan kesehatan di Posko SDN Supiturang 4, Ike Yuli Suryani, tampak sibuk melayani pemeriksaan tensi. Di sela-sela itu, seorang pria meminta popok kepadanya, ada pula ibu-ibu yang mencari minyak angin. 

"Kebanyakan (disini para pengungsi keluhannya) nyeri kepala sama pegel linu. Ada warga yang mengeluh hirup debu vulkanik, ditambah dia punya riwayat asma, akhirnya kambuh," tutur perempuan berkerudung abu-abu. 

Tak jarang warga di posko pengungsian SD Negeri Supiturang 4 mengalami batuk pilek karena cuaca di musim hujan. "Tetapi nggak terlalu banyak, sih. Paling banyak itu tadi, nyeri kepala sama pegel linu," imbuhnya. 

Hingga kini, lanjut Ike, belum ada pengungsi di SD Negeri Supiturang 4 yang mengalami kondisi gawat. Kebanyakan hanya datang untuk memeriksakan tensi atau meminta obat-obatan ringan yang mereka butuhkan.

"Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada yang sampai butuh perawatan khusus. Maksudnya tidak perlu sampai dirujuk (ke rumah sakit). Pengungsi ke sini minta ditensi sama cari obat," tutup Ike. 

Sebelumnya, terjadi Erupsi Gunung Semeru pada Rabu (19/11) pukul 14.13 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 MDPL.

Awan panas berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Erupsi terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore