Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 November 2025, 02.49 WIB

Kisah Tragis Irene Sokoy: Bolak-Balik Rumah Sakit hingga Akhirnya Tutup Usia Tanpa Penanganan

Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri saat menemui keluarga Irene Sokoy. (Istimewa)

JawaPos.com - Tragedi pelayanan kesehatan kembali terjadi di Papua. Seorang ibu muda asal Kampung Hobong, Kabupaten Jayapura, Irene Sokoy, meninggal dunia bersama bayi yang dikandungnya setelah diduga ditolak empat rumah sakit di Kota Jayapura.

Tragedi ini memantik kemarahan keluarga dan sorotan publik terhadap buruknya pelayanan kesehatan di Papua.

Irene yang tengah mengalami kondisi darurat persalinan mengalami kontraksi pada Minggu (16/11). Namun alih-alih mendapat penanganan cepat, ia justru berulang kali bolak-balik rumah sakit tanpa hasil hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Kronologi Pahit: Bolak-Balik RS Tanpa Penanganan Dokter

Keluarga membawa Irene dari Kampung Kensio menuju RSUD Yowari pada pukul 03.00 WIT menggunakan speedboat warga. Kondisi Irene semakin kritis, namun hingga tengah malam tak kunjung mendapatkan penanganan karena tidak adanya dokter serta lambatnya pembuatan surat rujukan.

Dari RSUD Yowari, Irene dirujuk ke RS Abepura, lalu ke RS Dian Harapan, kemudian ke RS Bhayangkara, sebelum akhirnya kembali dirujuk ke RSUD Dok II Jayapura. 

Sayangnya Irene sudah dalam kondisi kritis saat perjalanan terakhir dan meninggal sebelum tiba di RSUD.

Irene Sokoy dan bayi dalam kandungannya dinyatakan meninggal pada Senin (17/11), sekitar pukul 05.00 WIT.

Keluarga: “Negara Gagal Hadir untuk Warga”

Keluarga menganggap tragedi ini bukan sekadar duka, tetapi bukti bahwa akses kesehatan di Papua jauh dari kata ideal.
Kepala Kampung Hobong sekaligus mertua almarhumah, Abraham Kabey, mengungkapkan rasa kecewa mendalam atas pelayanan medis yang diterima.

"Apa yang keluarga kami alami adalah hal yang sangat menyakitkan. Kami dari kampung datang minta pertolongan medis, tapi tidak dapat pelayanan yang baik," ujar Abraham Kabey.

Senada, Suami Irene, Neil Kabey, juga menyoroti buruknya pelayanan di RSUD Yowari yang tidak menyediakan dokter saat situasi darurat.

"Kalau saat itu di RSUD Yowari ada dokter, saya yakin istri dan anak saya masih hidup. Kenapa tidak ada dokter pengganti jika memang dokter saat itu tidak ada," kata Neil.


Gubernur Papua Minta Maaf Terbuka, Janji Evaluasi Total Rumah Sakit

Kasus meninggalnya ibu hamil di Jayapura membuat Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri turun tangan langsung. Ia datang ke kediaman keluarga Irene di Kampung Hobong dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

"Saya mohon maaf atas kebodohan jajaran pemerintah dari atas sampai bawah. Ini contoh kebobrokan pelayanan kesehatan di Papua," kata Fakhiri usai menemui keluarga Irene, Sabtu (22/11).

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore