Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 Januari 2026, 19.43 WIB

Ribuan Pelayat Shalatkan Jenazah Pemimpin Pondok Pesantren Gontor KH Amal Fathullah Zarkasyi

Ribuan pelayat mengiringi pemberangkatan jenazah KH Amal Fathullah Zarkasyi usai dishalatkan di Masjid Jami’ Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Minggu (4/1). (Prastyo/Antara) - Image

Ribuan pelayat mengiringi pemberangkatan jenazah KH Amal Fathullah Zarkasyi usai dishalatkan di Masjid Jami’ Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Minggu (4/1). (Prastyo/Antara)

JawaPos.com–Ribuan pelayat menshalatkan jenazah pemimpin Pondok Pesantren Gontor KH Amal Fathullah Zarkasyi di Masjid Jami’ Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Minggu (4/1).

Sejak pagi rumah duka di kompleks Pondok Modern Darussalam Gontor di Kecamatan Mlarak dipadati pelayat dari berbagai daerah. Alumni, santri, hingga tokoh nasional, silih berganti menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum sebelum jenazah diberangkatkan ke masjid.

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menilai KH Amal Fathullah Zarkasyi sebagai sosok teladan bagi dunia pesantren di Indonesia. Menurut dia, almarhum memiliki kontribusi besar melalui pemikiran dan perjuangannya dalam memperkuat peran pesantren secara nasional.

”Salah satu pemikiran beliau adalah lahirnya Undang-Undang Pesantren. Saya menyaksikan langsung bahwa itu bagian dari perjuangan beliau demi kemaslahatan pesantren, bukan hanya Gontor, tetapi pesantren di seluruh Indonesia,” kata Hidayat Nur Wahid seperti dilansir dari Antara.

Selain dikenal sebagai pemikir, KH Amal Fathullah Zarkasyi juga dikenal dekat dengan santri dan alumni. Meski mengemban amanah sebagai pimpinan pondok, almarhum tetap rendah hati dan mudah berbaur.

”Beliau sering memberi saran dan masukan kepada para alumni. Bukan hanya Gontor yang kehilangan, tetapi Indonesia juga kehilangan sosok beliau,” ujar Hidayat Nur Wahid.

Sementara itu Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Hamid Fahmi Zarkasyi menegaskan, peran besar almarhum dalam memperjuangkan pengakuan pesantren melalui Undang-Undang Pesantren.

”Perjuangan beliau membuat pesantren memiliki payung hukum. Lulusan pondok kini dapat melanjutkan ke perguruan tinggi tanpa harus melalui ujian negara. Ini jasa besar yang harus terus kita ingat dan lanjutkan,” tutur Hamid.

Usai dishalatkan, jenazah KH Amal Fathullah Zarkasyi dimakamkan di kompleks makam keluarga Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore