Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Januari 2026, 18.31 WIB

BPBD Sebut Gempa Magnitudo 5,5 di Pacitan Bukan Akibat Aktivitas Sesar Grindulu

BPBD Pacitan memantau perkembangan gempa daratan berkekuatan Magnitudo 5.5 yang mengguncang Pacitan pada Selasa pagi (27/1). (Nur Cahyo/ Radar Madiun Jawa Pos Group) - Image

BPBD Pacitan memantau perkembangan gempa daratan berkekuatan Magnitudo 5.5 yang mengguncang Pacitan pada Selasa pagi (27/1). (Nur Cahyo/ Radar Madiun Jawa Pos Group)

JawaPos.com - Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 5.5 pada Selasa (27/1) sekitar pukul 08.20 WIB. Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), melaporkan gempa di Pacitan memiliki kedalaman 105 km, dengan pusat gempa berada di daratan, 25 kilometer dari timur laut Pacitan, Jawa Timur.

Tepatnya di 8.14 lintang selatan dan 111.33 bujur timur. BMKG menyebut gempa tidak menimbulkan potensi tsunami. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi gempa susulan.

Kepala BPBD Kabupaten Pacitan, Erwin Andriatmkko mengatakan berdasarkan pembaruan data dari BMKG, episentrum gempa darat pagi ini terjadi di Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirono, Pacitan.

"Kami khawatir gempa darat ini berkaitan dengan aktivitas Sesar Grindulu, namun hasil koordinasi dengan BMKG Nganjuk, gempa itu tidak disebabkan oleh aktivitas sesar," ucapnya, dikutip dari Radar Madiun, Jawa Pos Group, Selasa (27/1).

Sebagai informasi, Sesar Grindulu adalah patahan aktif yang membentang dari wilayah Pacitan hingga Ponorogo. Keberadaan sesar ini menjadi perhatian pemerintah daerah setempat akan adanya potensi gempa darat.

"Sementara gempa di Pacitan pagi ini itu gempa intraslap, artinya gempa terjadi di dalam lempeng tektonik, bukan di batas lempeng. Gempa berasal dari pecahan slab Australia yang menancap lurus ke mantel bumi," imbuhnya.

Erwin mengungkapkan fenomena tersebut tergolong jarang terjadi. Meski begitu, BPBD Pacitan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik terhadap potensi gempa di wilayah Pacitan.

"Kami mengajak masyarakat untuk terus menambah pengetahuan kebencanaan, memperkuat konstruksi rumah, mengamankan barang di dalam rumah, serta memastikan jalur evakuasi tetap aman," tukas Erwin. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore