Logo JawaPos
Author avatar - Image
02 Desember 2025, 18.18 WIB

Inflasi Indonesia Tembus 0,17 Persen Per November 2025, Dipicu Kenaikan Emas Perhiasan 27 Bulan Berturut-turut

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini. (Istimewa) - Image

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini. (Istimewa)

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada November 2025 sebesar 0,17 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm). Inflasi ini dipicu oleh kenaikan harga emas perhiasan dengan andil 0,08 persen, di tengah tren penguatan harga emas dunia.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyampaikan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya kembali menjadi penyumbang utama inflasi dengan laju 1,21 persen (mtm) dan andil 0,09 persen.

"Didorong kuatnya inflasi emas perhiasan yang telah terjadi selama 27 bulan berturut-turut. Inflasi emas perhiasan pada November mencapai 3,99 persen (mtm)," kata Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (1/12).

"Meski lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, namun emas perhiasan tetap menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar dalam kelompok tersebut," tambahnya.

Selain itu, BPS juga mencatat kelompok lain yang memberikan andil inflasi bulanan yaitu transportasi serta makanan, minuman, dan tembakau.

Adapun secara historis, selama 2021 hingga 2025, menurutnya kelompok transportasi selalu mencatat inflasi setiap November dengan inflasi November 2025 sebesar 0,34 persen (mtm) dan andil sebesar 0,04 persen.

Pada November 2025, pendorong utama inflasi pada kelompok ini adalah kenaikan tarif angkutan udara dengan inflasi 6,02 persen (mtm) dengan andil 0,04 persen.

“Pola historis menunjukkan bahwa tarif angkutan udara memang cenderung meningkat dari Oktober hingga Desember, kecuali pada tahun 2022 dan tahun 2024,” jelas Pudji.

Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat menyumbang inflasi pada November 2025 dengan andil sebesar 0,02 persen.

"Di sisi lain, kenaikan harga bawang merah dan wortel menjadi pendorong utama, masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,03 persen dan 0,02 persen," tukasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore