Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 Januari 2026, 00.41 WIB

Jelang Imlek dan Ramadhan 2026, Harga Beras hingga Daging di Surabaya Relatif Stabil

Jelang Imlek dan Ramadhan 2026, Harga Beras hingga Daging di Surabaya Relatif Stabil. (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

Jelang Imlek dan Ramadhan 2026, Harga Beras hingga Daging di Surabaya Relatif Stabil. (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek dan awal bulan Ramadhan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan ketersediaan stok pangan di daerah tersebut dalam kondisi aman dan terkendali.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan bahwa Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Kota Surabaya 2025 masih berada di angka 73,28, artinya baik dan relatif stabil.

"Menjelang Imlek dan Bulan Ramadhan tahun ini, stok pangan di Kota Surabaya dalam kondisi aman. Kami juga terus melakukan pengawasan agar ketersediaan dan distribusi tetap lancar,” tuturnya, Kamis (29/1).

Dilansir dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Pokok (Siskaperbapo), harga sejumlah komoditas utama di pasar-pasar Surabaya per 27 Januari 2026 terpantau stabil tanpa mengalami kenaikan signifikan.

Harga beras premium tercatat Rp 15.416 per kilogram, sementara beras medium berada di kisaran Rp 12.666 per kilogram. Adapun harga gula kristal putih juga relatif stabil di angka Rp 16.833 per kilogram.

Untuk komoditas minyak goreng, minyak goreng curah berada di harga Rp 19.833 per kilogram, minyak goreng kemasan premium Rp 18.166 per liter, dan Minyakita berada di harga Rp 16.183 per liter.

Harga daging sapi paha belakang terpantau stabil di angka Rp 115.000 per kilogram. Sementara harga daging ayam ras justru mengalami penurunan tipis menjadi Rp 36.250 per kilogram.

"Kami memahami bahwa harga bapok kerap melonjak seiring dengan permintaan masyarakat pada momentum hari raya keagamaan. Karena itu, stabilitas harga tidak lepas dari langkah antisipatif pemerintahnya," imbuh Atiek.

Jika terjadi indikasi kenaikan harga atau berkurangnya pasokan, Pemkot Surabaya siap berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) maupun operasi pasar.

“Ketika permintaan meningkat atau pasokan rawan berkurang, kami akan segera berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk menyediakan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat,” terangnya.

Untuk menjaga kelancaran distribusi, DKPP Surabaya berkoordinasi intensif dengan pengelola pasar tradisional, distributor, dan perangkat daerah guna mendeteksi lebih awal potensi gangguan pasokan pangan.

“Kami mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak, membeli sesuai kebutuhan, serta tidak melakukan panic buying. Pemerintah memastikan stok pangan tersedia sehingga kebutuhan warga tetap terpenuhi,” tukas Atiek.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore