Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 Desember 2025, 17.32 WIB

5 Akses yang Terputus dan Masih Bisa Dilintasi di Sumbar Pascabanjir Bandang: Danau Singkarak, Sitinjau Lauik, hingga Lembah Anai

Panorama di sekitar tanjakan Sitinjau Lauik di Sumatra Barat. (Kementerian PU)

JawaPos.com - Ada dua akses jalan darat di Sumatera Barat (Sumbar) sebagai penghubung jalan antarkota, terutama akses ke Pulau Jawa. Yaitu, Jalan Padang-Bukitinggi dan Padang-Solok. Kedua ruas jalan itu sangat vital. Di ruas jalan itu juga beberapa titik yang sangat krusial dan ikonik bagi setiap pengendara yang melintas di sana. 

1. Air Terjun Lembah Anai

Di akses Padang-Bukitinggi terdapat Air Terjun Lembah Anai di Kabupaten Padang Pariaman dan Jembatan Kembar Silaiang di Kota Padang Panjang. Dua titik ini lokasinya sangat berdekatan beberapa kilometer. Kawasan Lembah Anai berada di perbatasan antara Kabupaten Padang Pariaman Kabupaten Tanah Datar. Jalan ini biasa dipakai sebagai akses ke arah utara. Menghubungkan Sumbar dengan Riau dan Sumatera Utara (Sumut). 

Air Terjun Lembah Anai selama ini menjadi ikon unik di Sumbar. Air terjun ini menjadi landmark bagi setiap wisatawan yang berkunjung di Kota Padang hendak ke Bukittinggi. Di lokasi ini wisatawan kerap mampir sejenak, minimal berfoto dan merasakan dinginnya air terjun Lembah Anai. Apalagi air terjun itu posisinya persis di pinggir jalan.  

Bagi yang ingin menikmati kuliner, di sana biasanya banyak pedagang keliling yang menjajakan penganan pergegel jagung dan pinungkuik. 

2. Jembatan Kembar Silaiang

Petugas melintas di samping batu besar yang terbawa banjir bandang di jalan batas Kota Padang Panjang, Minggu (30/11/2025). (Muhammad Zulfikar/ANTARA)

Jembatan Kembar Silaiang yang viral saat banjir bandang atau galodo menjadi pintu masuk ke Kota Padang Panjang. Lokasinya juga berdekatan dengan Kabupaten Tanah Datar. Jembatan Kembar ini sangat ikonik karena di atasnya terdapat jalur kereta peninggalan Belanda. Di Jembatan Kembar itu para pengendara kerap juga mampir untuk sekadar beristirahat sambil menikmati indahnya pemandangaan, karena perjalanan jauh dari Kota Padang hendak ke Bukittinggi.  

Ketika bencana banjir bandang 26 November lalu, Lembah Anai dan Jembatan Kembar Silaiang hancur porak-poranda. Akses putus total. Tidak ada lagi akses bagi masyarakat dari arah Padang Panjang atau Bukittinggi hendak ke Padang atau Pariaman.  

Jika pun ada akses alternatif mereka harus melewati jalan Malalak-Sicincin. Jalan itu juga rawan longsor karena terdapat banyak tebing-tebing. Pilihan lain dari arah Bukitinggi hendak ke Padang atau sebaliknya melewati Kelok 44 Maninjau, Kabupaten Agam. Jalan ini pada saat banjir bandang juga terdampak.

3. Kelok 44 Maninjau

Kelok 44 Maninjau meski indah dengan panorama Danau Maninjaunya, tetapi sangat rawan yang berkelok-kelok dan jalan yang tidak lebar. Pengemudi harus memiliki kemampuan khusus saat melintas di ruas jalan ini. Apalagi tanjakan dan turunannya sangat terjal. Bila setelah menuruni Kelok 44, biasanya pengendara atau penumpang melewati jalan pinggir Danau Maninjau yang disuguhi pemandangan danau nan indah.  

Editor: Ilham Safutra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore