Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 Desember 2025, 16.49 WIB

Mengenal Ikan Bilih, Ikan Endemik Danau Singkarak Sumbar yang Dipanen Warga di Sungai Ombilin

Warga menjemur ikan-ikan bilih yang ditangkap di sungai ombilin, yang airnya tengah mengalir deras dari danau Singklarak, Sumatera Barat. (TikTok @rosieakbar) - Image

Warga menjemur ikan-ikan bilih yang ditangkap di sungai ombilin, yang airnya tengah mengalir deras dari danau Singklarak, Sumatera Barat. (TikTok @rosieakbar)

JawaPos.com - Ikan bilih kembali menjadi perhatian setelah warga memanen jenis ikan endemik itu di aliran Sungai Ombilin, kawasan hilir Danau Singkarak, Sumatera Barat.

Arus deras yang muncul seiring perubahan debit danau membuat ikan-ikan kecil ini terbawa ke sungai dalam keadaan mabuk sehingga mudah ditangkap warga.

Fenomena ini menambah sorotan terhadap keberadaan ikan bilih yang selama ini hanya hidup alami di Danau Singkarak dan menjadi kebanggaan kuliner masyarakat setempat.

Ikan bilih yang secara ilmiah dikenal sebagai Mystacoleucus padangensis merupakan spesies endemik yang habitat alaminya hanya berada di Danau Singkarak, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Tanah Datar.

Perubahan arus dan aktivitas warga di sekitar danau membuat pergerakan bilih ke Sungai Ombilin semakin sering terjadi, terutama saat ikan ini bersiap memijah atau ketika debit air menguat.

Berikut penjelasan lengkap mengenai ikan bilih, karakteristik, habitat, hingga pemanfaatannya.

Habitat Ikan Bilih

Ikan bilih hanya ditemukan di Danau Singkarak, satu-satunya habitat alami di dunia. Wilayah penyebaran potensialnya berada di sejumlah nagari di sekitar danau.

Seperti Singkarak, Sumpur, Saningbaka, Muaro Pingai, Padang Laweh, Batu Taba, Simawang, hingga Paninggahan.

Ikan ini kerap berupaya berenang ke hulu ketika hendak memijah. Pada waktu tertentu, terutama saat arus menguat, bilih dapat terbawa ke aliran Sungai Ombilin, kondisi yang dimanfaatkan warga untuk menangkapnya.

Ciri Fisik Ikan Bilih

Ikan bilih memiliki ukuran relatif kecil, dengan panjang total bisa mencapai 116 mm. Tubuhnya berbentuk bulat memanjang dan pipih dengan warna keperakan. Sisiknya kecil, tipis, dan tersusun rapat.

Beberapa ciri khas lainnya:

Terdapat duri kecil di muka sirip punggung (procumbent dorsal spine) yang mengarah ke depan.

Sirip punggung memiliki rumus IV (duri keras) dan 8–9 jari-jari lunak.

Sirip dubur III.8; sirip dada I.14–15; sirip perut II.9.

Pangkal sirip punggung sejajar dengan awal sirip perut.

Ekor bertipe homocercal atau berbentuk simetris.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore