
Ilustrasi anak-anak yatim piatu. Pemerintah mencairkan bansos atensi yatim piatu mulai hari ini, Senin (13/10/2025). (Freepik)
JawaPos.com - Bulan Ramadhan identik dengan masjid yang lebih hidup. Namun, sering kali anak-anak justru dianggap sebagai “pengganggu” suasana khusyuk dalam beribadah.
Padahal, bulan Ramadhan sejatinya adalah momentum emas untuk mengenalkan masjid ke anak sejak usia dini.
Masjid ramah anak bukan berarti mengurangi kekhusyukan, melainkan menciptakan ruang ibadah yang inklusif, nyaman, dan penuh edukasi.
Mengubah suasana masjid jadi ramah anak, terutama pada bulan puasa Ramadhan, perlu dilakukan. Dengan demikian, keluarga tidak perlu khawatir membiarkan anak mereka di rumah, sedangkan kedua orang tuanya pergi ke masjid untuk beribadah.
Cara membuat masjid ramah anak bukan soal fasilitas mewah, melainkan tentang sikap, pendekatan, dan kesadaran bersama.
Dengan masjid yang inklusif dan penuh cinta kasih, bulan Ramadhan akan menjadi pengalaman spiritual yang indah bagi seluruh keluarga. Selain itu, masjid yang ramah anak juga akan melahirkan generasi yang mencintai masjid hingga mereka dewasa.
Lantas, bagaimana cara menjadikan masjid ramah anak di bulan Ramadhan? Berikut panduan lengkapnya.
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membangun kesadaran bahwa anak-anak bagian dari jamaah, bukan penganggu. Rasulullah sudah memberikan contoh yang sempurna bagaimana beliau bersikap lembut kepada anak-anak yang kedapatan sedang bermain di masjid.
Langkah yang perlu dilakukan pengurus masjid adalah memberikan edukasi singkat kepada jamaah tentang pentingnya masjid ramah anak dan mengingatkan mereka bahwa suara anak adalah bagian dari proses belajar ibadah.
Masjid ramah anak idealnya memiliki area khusus anak, terutama saat shalat Tarawih dan tadarus. Area ini tidak harus luas atau mahal.
Beberapa ide sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan menjadi sudut masjid sebagai area khusus anak, disediakan mainan edukatif yang tidak berisik, hingga rak berisi buku islami anak.
Dengan adanya area khusus anak, akan membantu anak tetap dekat dengan masjid tanpa mengganggu jamaah lain dalam beribadah.
Anak akan merasa betah di masjid jika mereka dilibatkan secara aktif. Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperkenalkan mereka dengan ibadah atau nilai keagamaan secara menyenangkan.
Salah satu contohnya adalah dengan mengadakan aktivitas ramah anak di masjid selama bulan Ramadhan. Misalnya mengadakan pesantren kilat, lomba adzan, hafalan surat pendek, lomba mewarnai, buka puasa bersama khusus anak dan keluarga, hingga tadarus Alquran dengan metode ceria.
Keterlibatan ini akan menumbuhkan kesan positif dalam perasaan anak. Mereka jadi lebih dekat dengan masjid, bahkan bisa menghadirkan perasaan memiliki terhadap masjid.
