Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Oktober 2025, 04.53 WIB

Soal Rencana Pembangunan Jalan Khusus Tambang, Wakil Bupati Bogor: Beberapa Pengusaha Hibahkan Lahannya

Kemacetan Parung Panjang yang di sebabkan truk tambang di kawasan Jalan Moh Toha, Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/8/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Kemacetan Parung Panjang yang di sebabkan truk tambang di kawasan Jalan Moh Toha, Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/8/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Rencana pembangunan jalan khusus tambang menjadi pusat perhatian banyak orang, terutama bagi warga Parung Panjang dan sekitarnya. Selama jalan khusus tambang ini belum dibangun, maka potensi terjadinya ketegangan antara truk tambang dengan warga masih terbuka lebar seperti yang sempat terjadi dalam beberapa kasus sebelumnya.

Ahmad Gozali selaku Sekretaris Jende­ral (Sekjen) Asosiasi Transporter Ta­ngerang-Bogor (ATTB) menyatakan bahwa calon investor untuk jalan khusus tambang sebenarnya ada dan siap untuk menggelontorkan dana apabila ada keseriusan dari pemerintah untuk membangunkan jalan khusus tambang.

Kehadiran jalan khusus tambang sejatinya tidak hanya diharapkan masyarakat umum warga Parung Panjang dan sekitarnya. Tapi juga menjadi harapan besar para pengusaha tambang hingga penyedia alat transportasi pertambangan.

Saat disinggung soal adanya calon investor tambang sebagaimana diungkapkan Gozali, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi tidak membenarkan ataupun memberikan bantahan. Dia mengatakan bahwa pembangunan jalan khusus tambang merupakan bagian dari rencana besar pemerintah Kabupaten Bogor yang sampai sekarang masih sedang berproses.

"Pemerintah Kabupaten Bogor melaui kebijakan Bupati Bogor Pak Rudy Susmanto masih berkomitmen untuk membangun jalan baru desa Rengasjajar kecamatan Cigudeg- Rumpin, dihubungkan dengan Tol Serpong kurang lebih 13 kilometer," kata Ade Ruhandi kepada JawaPos.com.

Dia mengatakan, sejauh ini rencana pembangunan jalan khusus tambang yang ditargetkan akan mulai dikerjakan pembangunannya pada tahun 2026 tidak bergeser. Namun, pemerintah Kabupaten Bogor tetap harus melalui mekanisme yang seharusnya ditempuh.

"Tahapan yang sudah dilakukan pembentukan tim percepatan pengadaan lahan, FS dan DED, tahapan sudah dijalankan oleh dinas terkait. Rencana anggaran sudah disampaikan dalam pengampunan nota keuangan APBD tahun 2026 ke DPRD, tinggal menunggu pembahasan bersama DPRD," ungkapnya.

Dia menambahkan, pembangunan jalan khusus tambang ini, untuk tim percepatan pengadaan lahan, penanggung jawabnya dipegang langsung oleh Bupati Bogor. Sedangkan Ketua Tim dipimpin oleh Wakil Bupati Kabupaten Bogor.

"Langkah yang sudah dilakukan tim peninjauan lapangan, rapat kordinasi internal dan eksternal bersama para pengusaha pertambangan penerima manfaat dan secara umum semua masyarakat luas. Alhamdulillah sudah ada beberapa pengusaha yang rencananya menghibahkan lahannya untuk mendukung pembangunan jalan," tuturnya.

Pria yang kerap disapa Jaro Ade memohon doa untuk warga Parung Panjang dan sekitarnya serta masyarakat secara umum untuk turut mendoakan rencana pembangunan jalan khusus tambang supaya diberikan kelancaran dan berjalan sesuai dengan aturan.

"Terkait penggunaan jalan ini ke depannya, untuk jangka panjang bisa diatur oleh kebijakan bupati agar mobil angkutan hasil tambang bisa melintas ke jalan yang sudah di persiapkan," tandasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore