Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Oktober 2025, 13.42 WIB

Catat 160 Kebakaran dan 1.436 Aksi Penyelamatan, dari Rumah Terbakar hingga Cincin Tersangkut di Jari

Petugas Pemadam Kebakaran sedang melakukan pendinginan saat kebakaran. - Image

Petugas Pemadam Kebakaran sedang melakukan pendinginan saat kebakaran.

JawaPos.com  - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Depok tak pernah kehabisan aksi heroik sepanjang tahun ini. Berdasarkan data yang ada, sejak Januari hingga September 2025, para petugas sudah turun tangan menghadapi 160 kebakaran dan 1.436 misi penyelamatan di berbagai penjuru kota.

Data itu tercantum dalam Rekapitulasi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan yang dirilis 2 Oktober 2025. Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, Adnan Mahyudin, mengatakan, angka ini merupakan hasil rekap kegiatan operasional bidang pengendalian kebakaran di seluruh kecamatan.

“Selama sembilan bulan terakhir, petugas kami telah menangani berbagai kejadian, mulai dari kebakaran rumah tinggal, tempat usaha, hingga penyelamatan warga akibat bencana maupun situasi darurat lainnya,” ujar Adnan, dikonfirmasi (12/10).

Kalau ditelusuri, sebagian besar kobaran api ternyata muncul di rumah tinggal, sebanyak 133 kasus, disusul 57 kejadian di tempat usaha, dan 44 di lokasi lain.

Penyebab utamanya, seperti biasa, listrik yang berulah (arus pendek) dengan 55 kasus. Kompor gas pun ikut menyumbang 20 kasus, sisanya 85 kali karena faktor lain yang kadang bikin geleng kepala.

“Kerugian akibat kebakaran di periode tersebut ditaksir mencapai Rp550 juta, dengan total 128 korban jiwa yang terdiri dari 77 laki-laki, 44 perempuan, empat luka ringan, dua luka berat, dan satu meninggal dunia,” jelas Adnan.

Tapi bukan Damkar Depok namanya kalau cuma sibuk memadamkan api. Mereka juga jadi jagoan banyak aksi, mulai dari mengevakuasi warga yang terjebak, menurunkan hewan liar yang nyasar ke rumah warga, sampai urusan cincin tersangkut di jari.

Dari 1.436 penyelamatan yang dilakukan, 1.402 di antaranya adalah evakuasi warga atau hewan, 19 kali menangani pohon tumbang, dan 15 kali menghadapi longsor serta banjir.

“Permintaan bantuan evakuasi cukup tinggi, terutama untuk hewan liar dan warga yang mengalami kejadian seperti cincin tersangkut di jari,” tambah Adnan.

Dalam hal kecepatan respon, Damkar Depok juga patut diacungi jempol. Rata-rata waktu tanggap kebakaran mereka tercatat 13 menit 33 detik, dengan 120 kejadian berhasil ditangani di bawah 15 menit. Angka ini hampir menembus target Standar Pelayanan Minimal (SPM) 2025 sebesar 83,89 persen.

“Kami terus berupaya meningkatkan kecepatan respon melalui optimalisasi pos-pos Damkar di tiap wilayah dan perawatan armada. Ke depan, kami juga akan memperkuat sistem komunikasi darurat agar laporan warga bisa lebih cepat ditindak,” tandas Adnan.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore