Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Oktober 2025, 12.43 WIB

30 Bank Sampah di Cilincing Jakarta Utara Kembali Aktif, Siap Dukung Ekonomi Sirkular

Ilustrasi bank sampah. (Istimewa) - Image

Ilustrasi bank sampah. (Istimewa)

JawaPos.com - Sebanyak 30 Bank Sampah Unit (BSU) di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, kembali diaktifkan. Langkah ini menjadi upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah berkelanjutan yang digerakkan langsung dari tingkat masyarakat.

Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Utara menggandeng Indonesia Packaging Recovery Organization (IPRO) bersama Bank Sampah Induk (BSI) Kumala untuk melakukan pembinaan kepada seluruh BSU di wilayah tersebut.

Kepala Sudin LH Jakarta Utara Edy Mulyanto menegaskan, pihaknya berkomitmen mengawal roadmap pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir agar lebih efektif dan berdampak nyata.

"Sehingga memotivasi bank sampah unit dan masyarakat untuk lebih melakukan pemilahan dan menyalurkan kemasan paska konsumsi," ujar Edy di kantor Sudin LH Jakarta Utara.

Edy juga menekankan pentingnya peran produsen dalam sistem pengelolaan sampah nasional. Sebab, permasalahan sampah merupakan tanggung jawab semua pihak.

"Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab kita bersama," terang Edy.

Sementara itu, General Manager IPRO Reza Andreanto menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama Kementerian Lingkungan Hidup.

Program ini juga menjadi bagian dari pengembangan kelembagaan hasil pelatihan manajemen bank sampah induk dan unit yang telah digelar sejak Maret hingga September 2025.

IPRO memberikan dukungan berupa pendampingan bagi BSI Kumala, mempertemukan dengan off-taker industri daur ulang, pelatihan manajemen, bantuan peralatan, serta peningkatan kapasitas pengetahuan bagi para pengelola BSU.

"Melalui aktivasi dan reaktivasi 30 BSU ini, IPRO telah menindak-lanjuti kesepakatan dengan Menteri Lingkungan Hidup, membantu peran DLH DKI Jakarta dalam penguatan fungsi Bank Sampah Induk sebagai model nasional yang berdampingan dengan SuDin LH dalam memaksimalkan peran BSI Kumala di wilayah Jakarta Utara," terang Reza.

Aktivasi dan reaktivasi BSU ini diharapkan dapat menciptakan alur pengelolaan sampah yang rapi di tingkat masyarakat, mulai dari RT/RW hingga ke industri daur ulang.

"Kolaborasi multi-pihak ini adalah praktek kunci untuk mencapai ekonomi sirkular yang nyata," jelas Reza.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore