Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 Januari 2026, 19.50 WIB

Jakarta Utara Mulai Terendam Rob, Pintu Air Pasar Ikan Masuk Status Siaga 1

Jalan utama di depan Jakarta International Stadium (JIS) mengalami banjir akibat ROB, Sabtu (3/12). (Istimewa) - Image

Jalan utama di depan Jakarta International Stadium (JIS) mengalami banjir akibat ROB, Sabtu (3/12). (Istimewa)

JawaPos.com - Warga Jakarta Utara diminta meningkatkan kewaspadaan. Fenomena fase Bulan Purnama dan Perigee memicu kenaikan air laut yang signifikan pada Sabtu (3/1) pagi. Akibatnya, Pintu Air Pasar Ikan kini berstatus Bahaya atau Siaga 1.

Kenaikan permukaan air laut ini berdampak langsung pada sejumlah titik di pesisir Jakarta. Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta hingga pukul 10.00 WIB, banjir rob mulai menggenangi akses jalan utama.

Kapusdatin BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan mengungkapkan, jalan utama di depan Jakarta International Stadium (JIS) mengalami banjir akibat ROB.

"BPBD mencatat saat ini terdapat 1 Ruas Jalan Tergenang," jelas Yohan, Sabtu (3/1). 

Meskipun ketinggian air masih berada di angka 15 cm, kondisi ini dapat menghambat arus lalu lintas di sekitar JIS, terutama bagi kendaraan roda dua.

Puncak Pasang Maksimum dan Peringatan BMKG

Kondisi ini sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya. BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok telah mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir yang diprediksi berlangsung hingga 7 Januari 2026.

Kombinasi antara pasang maksimum air laut dan posisi bulan yang berada pada titik terdekat dengan bumi (Perigee) menjadi faktor utama penyebab meluapnya air laut ke daratan.

Guna mengantisipasi genangan yang lebih luas, BPBD DKI Jakarta telah menyiagakan personel di berbagai titik rawan. Kolaborasi antar-instansi terus diperkuat untuk memastikan air segera surut.

"BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik," tambah Yohan.

Target utamanya adalah memastikan seluruh tali air tidak tersumbat sehingga genangan bisa ditangani dalam waktu singkat.

Pemerintah mengimbau warga yang tinggal di wilayah pesisir untuk tetap tenang namun waspada. Masyarakat diminta untuk terus memantau perkembangan cuaca dan tinggi muka air secara berkala.

"BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," imbuhnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore