Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Januari 2026, 00.19 WIB

Kronologi Lengkap Pelecehan di Bus Transjakarta: Korban Kira Cairan di Baju Berasal dari AC

Tangkapan layar dari Instagram @jkt.fyp terduga pelaku yang melakukan masturbasi di TransJakarta 1A dengan rute Pantai Maju-Balai Kota, Kamis (15/1/2026). ANTARA/Instagram/@jkt.fyp/Ilham Kausar - Image

Tangkapan layar dari Instagram @jkt.fyp terduga pelaku yang melakukan masturbasi di TransJakarta 1A dengan rute Pantai Maju-Balai Kota, Kamis (15/1/2026). ANTARA/Instagram/@jkt.fyp/Ilham Kausar

JawaPos.com - Kasus pelecehan seksual kembali terjadi di transportasi publik Jakarta. Kali ini, dua pria berinisial HW dan FTR diamankan polisi setelah diduga melakukan tindakan asusila di dalam bus Transjakarta, Kamis (15/1) malam.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar membeberkan kronologi lengkap kejadian ini. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.20 WIB saat bus sedang melintas di Jalan Tol Pelabuhan Gedong Panjang, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kejadian bermula saat korban sedang berdiri di tengah kepadataan penumpang bus Transkakarta koridor 1A (Balai Kota - Pantai Maju). Awalnya, korban merasa ada sesuatu yang janggal pada pakaian bagian belakangnya.

"Korban awalnya tidak menyadari adanya tindakan yang mengarah pada pelecehan. Namun beberapa saat kemudian, korban merasakan ada cairan mengenai bagian belakang pakaiannya. Ia sempat mengira cairan tersebut berasal dari pendingin udara," jelas Onkoseno pada Jumat (16/1).

Penumpang Lain Berteriak Histeris

Aksi bejat kedua pria tersebut akhirnya terbongkar berkat penumpang lain. Seorang saksi mata menyadari adanya tindakan tidak senonoh yang dilakukan pelaku dan langsung berteriak di dalam bus.

Sontak, teriakan tersebut memicu kegaduhan. Penumpang lain beserta petugas kondektur (pramusapa) langsung bergerak cepat meringkus dua pria yang diduga sebagai pelaku sebelum mereka sempat melarikan diri.

"Petugas kondektur Transjakarta bersama sejumlah penumpang langsung mengamankan dua pria yang dicurigai sebagai pelaku. Keduanya kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut," tambahnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak takut untuk melapor jika melihat tindakan serupa.

"Kami mengajak masyarakat untuk saling peduli dan berani melapor. Keamanan dan kenyamanan di ruang publik adalah tanggung jawab bersama," tegas AKBP Onkoseno.

Respons Tegas Manajemen Transjakarta

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memastikan tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan seksual di layanan mereka. Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menegaskan bahwa pelaku sudah diserahkan ke Polres Metro Jakarta Utara.

"Dan saat ini oknum pelaku sudah berada dalam penanganan Polres Metro Jakarta Utara. Pramusapa Transjakarta di lapangan juga telah bersertifikat garda pratama. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami korban saat menggunakan layanan Transjakrta," ujar Ayu, Jumat (16/1).

Saat ini, polisi telah mengamankan barang bukti berupa pakaian korban yang terkena cairan mencurigakan. Para pelaku terancam jeratan pasal tindak pidana asusila di muka umum sesuai KUHP.

TransJakarta juga mengingatkan pelanggan untuk memanfaatkan layanan call center di nomor 1500-102 atau melapor langsung kepada petugas bersertifikat yang berjaga di armada jika menemui gangguan keamanan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore