Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Oktober 2025, 23.38 WIB

Desa Rengasjajar Bogor Mendapat Puluhan Miliar Rupiah Setahun dari Tambang, Dialokasikan Buat Apa Saja?

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Kepala Desa Rengasjajar Bogor, Rusli (kanan). (YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel) - Image

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Kepala Desa Rengasjajar Bogor, Rusli (kanan). (YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM sempat bertanya dengan cukup dalam kepada Rusli, Kepala Desa Rengasjajar, Cigudeg, Kabupaten Bogor, terkait pendapatan yang diterima desa dari aktivitas pertambangan.

Rusli menjawab setiap tronton dikenakan Rp 100 ribu setiap harinya. Adapun tronton yang dikenakan jumlahnya sekitar 500 tronton. 

Dalam perhitungan Dedi Mulyadi, dalam satu hari Desa Rengasjajar bisa mendapatkan dana sekitar Rp 50 juta, satu bulan Rp 1,5 miliar, dan dalam satu tahun sekitar Rp 18 miliar dari transporter.

Tak hanya itu, pemerintahan desa Rengasjajar juga mendapatkan dana dari perusahaan-perusahaan pertambangan yang jumlahnya sekitar Rp 5 juta per bulan.

Dedi Mulyadi memperkirakan penghasilan yang didapat dari perusahaan dan lain-lain angkanya mencapai Rp 25 miliar.

Rusli menjelaskan, penghasilan yang didapatkan desa itu dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan-kegiatan yang tidak bisa ditalangi oleh dana desa.

"Untuk pembangunan yang tidak boleh oleh dana desa, seperti majelis taklim, masjid, musala," kata Rusli dalam video di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi.

Selain itu, dana yang didapat dari kegiatan pertambangan dan perusahaan tambang juga diberikan kepada pengurus desa, linmas, hingga RT/RW untuk tujuan membiayai kegiatan mereka. 

Rusli dalam kesempatan itu juga mengungkapkan bahwa pemerintah desa sudah membangun 9 masjid dengan memanfaatkan dana desa yang didapat dari perusahaan pertambangan.

Sebelumnya, Desa Rengasjajar, Kecamatan, Kabupaten Bogor mendapat pemasukan puluhan miliar rupiah dari aktivitas tambang di wilayah Parung Panjang dan sekitarnya.

Hal itu terungkap saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM akhirnya bertemu Rusli, Kepala Desa Rengasjajar, Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Juga Ahmad Sayani, pria yang sempat menjadi sorotan publik gara-gara konten video hanya bisa makan kelapa usai aktivitas pertambangan ditutup.

Saat berbincang dengan Dedi, Rusli buka-bukaan terkait pendapatan Desa Rengasjajar dari pertambangan.

 

Dari hasil pembicaraan tersebut, terungkap bahwa desa Rengasjajar bisa mendapatkan dana sampai puluhan miliar rupiah dari aktivitas pertambangan.

Rusli mengatakan pihak desa melakukan pungutan sebesar Rp 100 ribu untuk satu tronton yang lewat dari gunung. "Rp 100 ribu pungutan yang dilakukan pemerintahan desa di setiap gunung dari satu tronton," aku Rusli.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore