Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Oktober 2025, 16.17 WIB

Jalan Khusus Tambang Parung Panjang Dikeroyok Ramai-Ramai oleh Perusahaan Tambang hingga Transporter

Antrean kendaraan di Parung Panjang. (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Antrean kendaraan di Parung Panjang. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com-Kepala Desa Rengasjajar Rusli menyampaikan permohonan supaya jalan khusus tambang segera dibangun sebagai solusi yang menguntungkan untuk semua. Hal itu disampaikan saat bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM. 

"Pas saya bertemu Pak KDM, kami meminta percepatan jalan khusus tambang yang penting agar bisa dipergunakan, supaya tidak terjadi lagi kemacetan. Itu harapan yang saya sampaikan," kata Rusli kepada JawaPos.com.

Truk-truk tambang yang mengangkangi aturan tidak sesuai jam operasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bupati Kabupaten Bogor Nomor 56 Tahun 2023 membuat resah warga Parung Panjang dan sekitarnya. 

Selain mengakibatkan kemacetan, truk-truk tambang juga mengakibatkan kecelakaan hingga polusi udara. Perbub yang tidak ditegakkan sampai membuat sejumlah warga Tangerang marah hingga menggeruduk sejumlah petugas Dishub Kabupaten Bogor yang sedang beristirahat beberapa waktu lalu.

Langkah nyata untuk pengerjaan jalan khusus tambang sudah dilakukan. Rusli mengungkapkan, pemerintah Kabupaten Bogor sudah memanggil para kepala desa hingga sejumlah camat untuk membicarakan pembebasan lahan.

"Pak Wagub memanggil semua kepala desa, camat, dan tim untuk pembebasan lahan. Perusahaan yang lahannya dilewati jalan khsusus tambang dihibahkan kepada pemerintah kabupaten," tutur Rusli.

Pembangunan jalan khusus tambang terasa tak terlalu membebani APBD karena dikeroyok beramai-ramai. Sejumlah perusahaan yang lahan mereka dilewati jalan khusus tambang secara suka rela menghibahkan lahannya kepada Pemerintah Kabupaten Bogor.

Sedangkan perusahaan-perusahaan yang lahannya tidak dilewati tambang akan melakukan urunan dana untuk membantu pembebasan lahan milik warga di daerah Cigudeg dan Rumpin. 

"Perusahaan-perusahaan yang terkena secara langsung memberikan. Perusahaaan-perusahaan yang lahannya tidak dilewati, siap urunan buat pembebasan lahan," ungkap Rusli.

Tak hanya itu, perusahaan armada dan transporter disebut Rusli juga siap melaakukan urunan membantu pembangunan jalan khusus tambang.

"Kalau tidak salah, perusahaan armada, transporteer, juga siap untuk berontribusi dalam pembebasan lahan, supaya dapat menghibahkan untuk jalan tambang," papar Rusli.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore