Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Oktober 2025, 00.07 WIB

Bikin Seperti Sudirman-Thamrin, 100 Tiang Monorel di Jalan HR Rasuna Said Akan Dibongkar Awal 2026

Tiang-tiang monorel sepanjang jalan Rasuna Said, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Tiang-tiang monorel sepanjang jalan Rasuna Said, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com — Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan berencana membongkar tiang monorel yang mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, pada Januari 2026. Nanti, bongkaran bekas tiang itu akan menjadi jalan seperti di Sudirman-Thamrin.

"Januari 2026 mulai kita bongkar. Targetnya 4 bulan pembongkaran dan langsung dikerjakan Dinas Bina Marga untuk pengembalian jalannya," Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan Rifki Rismal, Selasa (21/10).

Menurutnya ada 98 tiang monorel yang berada di Jalan HR Rasuna Said dan 2 di pedestrian. Rencananya, akan mengikuti pedestrian yang sudah eksisting.   

"Nanti akan seperti di Jalan Sudirman-Thamrin. Setelah dibongkar kita lihat strukturnya. Nanti elevasinya disamakan, dibentuk, lalu diaspal juga" ungkapnya.

Namun, bekas bongkaran tiang monorel itu akan tetap disimpan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Karena statusnya masih milik Adhi Karya. "Sisa besinya akan disimpan nanti, karena masih milik Adhi Karya," ucapnya.

Pekerjaan pembongkaran, kata Rifki, dilakukan pada malam hari untuk meminimalkan risiko terhadap kendaraan yang melintas. "Kita lakukan malam hari untuk pembongkaran. Nantinya akan ada rekayasa lalin juga saat pembongkaran," tuturnya.

Ia menargetkan proses pembongkaran fisik rampung pada April, sebelum dilanjutkan dengan tahap penataan jalan dan trotoar. "Iya target tahun 2027 itu sudah selesai semua, jalan sudah rapih," pungkasnya.

Saat ini Jalan HR Rasuna Said yang kini berupa satu lajur Transjakarta, dua lajur cepat dan dua lajur lambat itu akan dibuat sebidang. Meski badan jalan bertambah lebar imbas penebangan tiang monorel, total lajur jalan katanya tidak akan bertambah. Sebab, trotar nantinya akan diperlebar hingga sekira 6-8 meter.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Pramono Anung akan menuntaskan proyek-proyek terbengkalai di Jakarta. Mulai dari tiang pancang monorel hingga halte-halte Transportasi Jakarta (TJ) yang terbengkalai.

"Hal yang menyangkut Jakarta, sudahlah, biar Pemprov DKI saja," ujar Pramono di Taman Ismail Marsuki (TIM), Selasa (14/10).

Untuk tiang pancang monorel itu, dia menjanjikan akan mulai dibersihkan pada awal 2026 mendatang. ''Tolong, doakan saja, mudah-mudahan segera saya selesaikan. Doakan bulan Januari tahun depan, mulai start bersih-bersih,'' katanya.

Sementara untuk halte-halte yang terbengkalai, dia menjanjikan bisa segera diselesaikan sebelum Januari 2026. "Halte-halte harusnya sih bisa lebih cepatlah (dari Januari 2026, Red)," imbuhnya. 

Ada beberapa halte TJ yang mangkrak saat ini. Di antaranya, Halte Transjakarta BNN 1, Halte Cakung Cilincing, Halte Pasar Cakung, Halte Cakung United Tractor, dan  Halte Tipar Cakung. Meski tidak menyampaikan penyebab halte itu mangkrak secara rinci, dia berjanji akan segera menyelesaikannya. Utamanya, Halte TJ BNN dan Cakung. 

"Tanpa bermaksud menyalahkan siapapun, yang di BNN dan Cakung memang ada overlapping. Karena pada waktu itu dibangun, sebagian pemerintah Jakarta, sebagian pemerintah pusat, sebagian persiapan LRT dan sebagainya," katanya. Sehingga dengan demikian, lanjutnya, Jakarta yang akan tanggung jawab. 

Sementara itu, Direktur Utama PT TJ Welfizon Yuza menuturkan, pembangunan beberapa halte mangkrak itu bukan tugas mereka. Dia mengaku, sudah meminta instansi terkait yang bertugas membangun untuk menyelesaikan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore