
Pesawat Casa A-2114 milik TNI AU siap melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) mulai 5–10 November mengantisipasi cuaca ekstrem di Jakarta. (Istimewa)
JawaPos.com-Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kembali menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) mulai 5–10 November.
Operasi ini dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan menggandeng BMKG dan TNI Angkatan Udara (TNI AU). Langkah ini menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, hingga longsor.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menjelaskan, pelaksanaan OMC dilakukan sebagai tindak lanjut atas analisis BMKG yang menunjukkan potensi meningkatnya curah hujan di sebagian besar wilayah Jakarta dan sekitarnya.
"Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan langkah antisipatif Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi potensi curah hujan ekstrem yang dapat menyebabkan genangan, banjir, maupun tanah longsor. Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi bagian dari strategi mitigasi bencana hidrometeorologi menjelang puncak musim hujan," ujar Isnawa, Rabu (5/11).
Operasi kali ini menggunakan pesawat Casa A-2114 milik TNI AU dengan dua kali penerbangan (sortie) setiap harinya, masing-masing pada pukul 11.30 dan 14.30 WIB.
Penerbangan dipimpin Lettu Pnb Bintang, Kpt Pnb Fajar, dan Letda Pnb Krisna sebagai kru udara. Wilayah penyemaian awan mencakup Pandeglang, perairan barat daya Pandeglang, hingga perairan barat Kabupaten Serang, dengan ketinggian terbang antara 8.000–10.000 kaki.
Sebanyak 1.600 kilogram bahan semai higroskopis (garam/NaCl) digunakan untuk memicu pertumbuhan awan hujan.
Hasil observasi menunjukkan kemunculan awan Stratocumulus di area target awal, seperti Kabupaten Lebak hingga pesisir barat Banten. Di wilayah tersebut, awan-awan Cumulus (Cu) mulai tumbuh dan disemai secara intensif di ketinggian 10.000 kaki.
Tim juga mencatat adanya presipitasi ringan saat pesawat melintas di Pandeglang bagian barat. Tanda ini menunjukkan bahan semai telah berhasil memicu proses pembentukan hujan di area sasaran.
Isnawa menegaskan bahwa kegiatan OMC akan terus disesuaikan dengan kondisi atmosfer harian berdasarkan hasil pemantauan BMKG.
"Kami terus memantau perkembangan dinamika cuaca bersama BMKG dan TNI AU. Tujuannya agar curah hujan tidak terkonsentrasi di daratan Jakarta, tetapi dapat diurai di wilayah perairan sekitar, sehingga risiko banjir bisa ditekan," imbuh Isnawa.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap hujan lebat disertai angin kencang serta menjaga saluran air dan drainase tetap bersih dari sampah. Langkah sederhana ini penting untuk mencegah genangan dan banjir di lingkungan masing-masing.
Masyarakat juga diingatkan agar rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi Jakarta Siaga 112, situs bpbd.jakarta.go.id, atau media sosial @bpbddkijakarta.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
