Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 November 2025, 23.52 WIB

SMAN 72 Jakarta Terapkan Belajar Daring Pasca Ledakan di Sekolah: Fokus Pulihkan Trauma Siswa dan Guru

Penjagaan oleh aparat TNI di samping SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). Personel TNI dan Polri berjaga di depan gerbang SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). (Hanung Hambara/ Jawa Pos) - Image

Penjagaan oleh aparat TNI di samping SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). Personel TNI dan Polri berjaga di depan gerbang SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Pasca insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai Senin (10/11).

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menjelaskan, kawasan sekolah hingga kini masih dalam proses pengamanan dan sterilisasi oleh pihak kepolisian. Karena itu, aktivitas belajar mengajar sementara dialihkan secara daring.

"Pembelajaran akan difokuskan pada proses pemulihan dan persiapan mental siswa sebelum kembali ke sekolah,” kata Nahdiana, Minggu (9/11).

Ia menambahkan, pembelajaran selama PJJ tidak hanya berisi materi akademik, tetapi juga aktivitas yang mendukung pemulihan emosional siswa. Seperti olahraga ringan, seni, dan kegiatan interaktif bersama wali kelas dan psikolog.

Untuk memastikan proses belajar tetap kondusif, Pemprov DKI Jakarta menurunkan tim psikolog dari Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP).

Layanan ini difokuskan untuk membantu siswa, guru, serta keluarga terdampak agar mampu pulih dari trauma.

Nahdiana menambahkan, sebelum pembelajaran daring dimulai, pihak sekolah akan mengundang orang tua siswa untuk menjelaskan langkah-langkah pemulihan yang dilakukan bersama psikolog dan guru.

"Saat ini, petugas dari Dinas Kesehatan dan Dinas PPAPP sudah berjaga di lokasi untuk memastikan pendampingan berjalan baik," tuturnya.

Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta Iin Mutmainnah menyebut, pihaknya sudah mengerahkan Mobil SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) ke lingkungan sekolah.

Unit ini memberikan layanan konseling gratis dan siap mendampingi selama masa PJJ berlangsung. 

"Kami akan menyiapkan dukungan psikolog untuk mendampingi anak-anak selama PJJ dan proses pemulihan di sekolah," ujar Iin.

Selain itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga telah menyiapkan jadwal pendampingan klinis bagi korban dan berkoordinasi dengan Mabes Polri serta Kementerian PPPA untuk memastikan tenaga psikolog yang memadai.

30 Korban Masih Dirawat

Hingga Minggu (9/11), tercatat 30 korban ledakan SMAN 72 masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Terdiri dari 14 orang di RSIJ Cempaka Putih, 15 orang di RS Yarsi, dan 1 orang di RS Pertamina Jaya.

Pemprov DKI Jakarta memastikan seluruh korban mendapatkan layanan medis terbaik dan pemantauan intensif dari tenaga kesehatan agar tidak ada yang terabaikan.

Kronologi Singkat Ledakan SMAN 72 Jakarta

Ledakan terjadi di lingkungan SMAN 72 Kelapa Gading pada Jumat (7/11) sekitar pukul 12.15 WIB, saat siswa dan guru sedang menunaikan salat Jumat di masjid sekolah.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore