
Suasana di komplek tempat tinggal ABH berinisial F yang meledakan 4 bom di SMAN 72 Jakarta pada Jumat pekan lalu (7/11). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Anak berkonflik dengan hukum atau ABH berinisial F yang meledakan 4 bom di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut) pada Jumat siang (7/11) tinggal tidak cukup jauh dari sekolah tersebut. Bersama ayahnya, dia tinggal di salah satu rumah yang berada dalam Komplek Gading Griya Lestari.
Berdasar pantauan JawaPos.com pada Kamis sore (13/11), komplek tersebut diisi banyak rumah berukuran besar. Salah satu rumah yang berada di Jalan Mahoni I, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing ditempati oleh F dan ayahnya. Tidak sendirian, mereka tinggal bersama beberapa orang.
Rumah itu bukan milik ayah F. Mereka tinggal di sana karena ayah ABH yang kini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati tersebut bekerja untuk pemilik rumah tersebut. Kemarin sore, tampak beberapa sepeda motor di halam rumah itu. Namun, tidak terlihat aktivitas lain.
Berdasar rekaman Closed Circuit Television (CCTV), sebelum ledakan terjadi F berangkat dari rumah tersebut ke sekolah seperti biasa. Yang agak berbeda hanya tas yang dibawa oleh salah satu siswa kelas XII SMAN 72 Jakarta tersebut. Selain tas gendong, dia membawa tas jinjing.
Jarak dari rumah yang ditempati oleh F ke sekolah yang berada di Komplek Kodamar TNI AL itu lebih kurang 8 kilometer. Untuk berangkat sekolah, F seringkali diantar oleh ayahnya. Polisi sudah mengungkap bahwa F memang hanya tinggal bersama ayahnya. Sementara ibunya bekerja di luar negeri.
Untuk mendalami kasus yang menyebabkan 96 korban luka-luka, Polda Metro Jaya sudah memeriksa sejumlah saksi. Termasuk diantaranya ayah ABH tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa ayah F diperiksa oleh instansinya beberapa hari lalu.
”(Ayah F) diminta keterangan 2 hari lalu, hari ini yang diambil keterangan saksi anak (teman sekolah F),” ungkap Kombes Budi kepada awak media.
Selain ayah F dan teman-temannya, Polda Metro Jaya juga memeriksa beberapa saksi lain seperti guru SMAN 72 Jakarta. Salah satu tujuan pemeriksaan itu adalah memastikan dugaan perundungan atau praktik bullying di sekolah tersebut terjadi atau tidak.
”Step berikutnya (pemeriksaan pihak sekolah),” kata perwira menengah Polri dengan tiga kembang di pundak itu.
Ledakan di SMAN 72 Jakarta menyebabkan 96 korban luka-luka. Sebagian besar diantaranya mengalami luka ringan dengan keluhan mengalami gangguan pendengaran. Sampai hari ini, masih ada 20 korban yang harus menjalani perawatan di rumah sakit. Termasuk diantaranya F sebagai ABH dalam ledakan itu.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
