
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan sejumlah update perkembangan penggunaan dan pendapatan APBD periode 2025 di Balai Kota Jakarta, Jumat (21/11). (Istimewa)
JawaPos.com - Pertumbuhan ekonomi Jakarta pada 2025 diproyeksikan semakin menguat. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperkirakan ekonomi ibu kota akan tumbuh 5,1 persen, berada di tengah rentang proyeksi dari Bank Indonesia.
"Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan Jakarta di tahun 2025 ini akan tumbuh antara 4,6 sampai dengan 5,4 persen. Kami sendiri memperkirakan mungkin antara 5,1 persen lah secara average," kata Pramono dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (21/11).
Pramono memaparkan sejumlah indikator ekonomi yang menunjukkan tren positif. Pada triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat 4,96 persen, sementara inflasi per Oktober terjaga di angka 2,69 persen, lebih rendah dari inflasi nasional sebesar 2,86 persen.
Tingkat pengangguran terbuka juga turun menjadi 6,05 persen pada Agustus 2025. Di sisi lain, kinerja investasi meningkat signifikan hingga Rp 204,13 triliun.
Pramono menegaskan bahwa stabilitas harga dan pasokan pangan masih terjaga tanpa gejolak.
"Sampai dengan bulan November ini kita tidak pernah menghadapi kelangkaan di pasar semua produk-produk yang ada di Jakarta," ucap Pramono.
Untuk mengendalikan inflasi, Pemprov DKI menerapkan empat strategi. Yakni, menjaga keterjangkauan harga lewat program pangan bersubsidi, menjamin ketersediaan pasokan, contract farming, serta memastikan distribusi barang berjalan lancar.
Kinerja APBD 2025: Pendapatan Daerah Naik, Belanja Daerah Dipercepat
Pramono turut memaparkan perkembangan pendapatan dan serapan anggaran APBD 2025 senilai Rp 91,86 triliun. Pendapatan daerah naik dari Rp 62,39 triliun pada Oktober menjadi Rp68,53 triliun pada November, atau 81,15 persen dari target Rp 84,45 triliun hingga akhir Desember. Belanja daerah bergerak mengikuti percepatan penyerapan anggaran.
"Belanja daerah meningkat dari Rp4 7,96 triliun menjadi Rp 51,98 triliun atau 60,46 persen dari target Rp 85,97 triliun. Sementara untuk pembiayaan daerah tercatat Rp 3,64 triliun. SILPA naik dari Rp 18,08 triliun menjadi Rp20,09 triliun pada 20 Oktober 2025," papar Pramono.
21 Ribu Paket Pengadaan Dikebut, Surplus Anggaran Capai Rp14,43 Triliun
Percepatan belanja daerah juga diprediksi berlanjut hingga akhir tahun karena ribuan paket pengadaan telah memasuki tahap akhir.
"Peningkatan realisasi belanja di akhir tahun ini dapat dipastikan, mengingat masih ada sekitar 21.631 paket pengadaan barang jasa yang telah dilaksanakan dan proses tender oleh BPPBJ telah mencapai 95,34 persen. Saat ini tercatat surplus anggaran sebesar 14,43 Triliun," imbuhnya.
Dengan tren ini, Pemerintah Provinsi DKI yakin realisasi APBD mampu memberikan dorongan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta pada 2025.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
