Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 November 2025, 17.40 WIB

Kronologi Lengkap Kasus Tumbler Tuku Hilang di KRL hingga Petugas KAI Dipecat Gara-Gara Unggahan Viral Threads

Suasana kepadatan penumpang KRL di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakara Pusat. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Sebuah kasus hilangnya tumbler Tuku di KRL kembali memicu kegaduhan di media sosial. Seorang ibu bernama Anita mengaku kehilangan cooler bag berisi tumbler saat pulang kerja menggunakan KRL rute Tanah Abang–Rangkasbitung. 

Unggahannya di Threads langsung viral dan berbuntut panjang hingga membuat seorang petugas keamanan KAI, Argi, kehilangan pekerjaan.

Hilang Saat Turun di Stasiun Rawa Buntu

Dalam utas di akun Threads @anitadwdl, Anita menceritakan bahwa ia baru sadar tas cooler bag miliknya tertinggal ketika turun di Stasiun Rawa Buntu. Setelah melapor, petugas keamanan KAI sempat menemukan dan mendokumentasikan tas tersebut. Saat itu, isi di dalamnya masih lengkap, termasuk tumbler Tuku berwarna biru seharga Rp 300 ribu.

Keesokan harinya, Anita mengambil tas itu di Stasiun Rangkasbitung. Namun ia terkejut karena tumbler tersebut sudah tidak ada lagi.

"TUMBLER TUKU-ku GONE ATAS KE-TIDAK TANGGUNG JAWAB PETUGAS PT KAI @commuterline," tulis Anita.

Klarifikasi Argi: "Tas Terasa Ringan Saat Saya Terima"

Di tengah viralnya kasus ini, petugas keamanan KAI bernama Argi memberi klarifikasi. Ia pun memposting sejumlah tangkapan layar pesan WhatsApp kepada suami Anita.

Argi menjelaskan, tas tersebut diberikan oleh petugas sebelumnya ketika kondisi stasiun sedang ramai, sehingga ia tidak sempat memeriksa isinya dan langsung menyimpannya di lemari penyimpanan.

Argi menyebut tas itu memang terasa ringan saat diterima. Mengetahui ada barang yang hilang, ia bahkan menawarkan mengganti tumbler tersebut sebagai bentuk tanggung jawab. 

Namun Anita dan suaminya tidak menerima tawaran itu dan langsung melanjutkan perjalanan.

Ia juga memperlihatkan bukti percakapan, termasuk pesan terakhirnya yang tidak dibalas. Dalam pesan itu, Argi mengaku terancam dipecat karena unggahan viral tersebut.

"Assalamualaikum pak. Sekarang pekerjaan saya di ujung tanduk (diberhentikan) karena bapak/istri bapak posting di salah satu media sosial," katanya.

"Demi Allah pak bukan saya yang ambil tumbler tersebut… Dampaknya sangat besar pak. Saya hanya seorang petugas pelayanan pak di kai. Bapak sudah menghilangkan satu satunya sumber pendapatan saya. Apakah kebijakan saya kepada bapak untuk siap menggannti Tumbler yang hilang masih kurang?" sambungnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore