
DLH Tangsel masih terus mengupayakan perbaikan dan penyelesaian masalah di TPA Cipeucang yang terus disorot oleh warga. (tangerangselatankota.go.id)
JawaPos.com - Perbaikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang masih berpogres. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangerang Selatan (Tangsel) meminta warga bersabar. Meski butuh waktu, namun perbaikan TPA tersebut tidak berhenti dilakukan. DLH Tangsel pun memastikan akan mendengar setiap kritik, masukan, dan saran dari publik dalam urusan pengelolaan sampah.
Kepala DLH Tangsel Bani Khosyatulloh menegaskan hal itu pada Kamis (11/12). Dia menyampaikan bahwa saat ini pekerjaan teknis di TPA Cipeucang sedang dilaksanakan secara bertahap. Dia menjelaskan bahwa penanganan persoalan TPA itu tidak bisa dilakukan sekaligus. Sebab, sampai hari ini TPA tersebut tetap beroperasi dan menampung lebih kurang 250 ton sampah per hari.
“Kami memohon masyarakat bersabar. Ada tahapan teknis yang harus dipenuhi agar proses penataan benar-benar aman dan berkelanjutan. Perbaikan berlangsung setiap hari, tetapi tetap harus menjaga stabilitas lahan dan operasional TPA,” jelas Bani.
Dia pun menjelaskan langkah yang tengah ditempuh oleh instansinya. Diantaranya menata ulang zona aktif, memperkuat struktur tanah di area berisiko, meningkatkan kapasitas pemilahan sampah, serta menata akses operasional. Dalam proses tersebut, diakui muncul kendala teknis dan administrasi seperti pengujian struktur dan pengaturan alur pembuangan sampah yang waktu penyelesaian.
”Kami tidak tinggal diam. Penanganan dilakukan bertahap dan terukur. Kritik warga kami terima sebagai masukan. Kami hanya membutuhkan ruang untuk menyelesaikan tahapan yang sudah berjalan,” terang dia.
Karena itu, lanjut Bani, pihaknya membuka ruang dialog dengan berbagai komunitas lingkungan, akademisi, dan tokoh masyarakat. Pihaknya juga mengajak warga mendukung pengurangan sampah melalui pemilahan sampah rumah tangga, pengolahan sampah organik, dan pemanfaatan bank sampah di seluruh wilayah Tangsel.
”Tujuan kami sama dengan warga, yakni menciptakan Tangsel yang lebih bersih dan pengelolaan (TPA) Cipeucang yang modern,” ujarnya.
Terpisah, pengamat kebijakan publik Yanuar Wijanarko menyampaikan bahwa persoalan TPA Cipeucang memang tidak mudah diselesaikan. Namun demikian, dia menilai perlu percepatan pada beberapa aspek. Dia pun mengingatkan bahwa upaya menyelesaikan masalah di TPA tersebut jangan sampai justru menambah masalah baru.
”Penanganan Cipeucang jangan sampai menimbulkan masalah baru. Saat TPA dibatasi atau ditutup sementara, akan terjadi penumpukan di lingkungan warga bisa memicu penyakit, apalagi dalam kondisi musim hujan seperti sekarang,” terang dia.
Yanuari menilai, DLH Tangsel harus memprioritaskan 2 hal. Pertama memastikan perbaikan struktural di TPA Cipeucang berjalan. Kedua menjaga pelayanan pengangkutan sampah dari permukiman tetap stabil. Dia juga mengingatkan agar Pemkot Tangsel terus memberikan informasi secara terbuka mengenai progres, skema pengalihan, serta solusi jangka pendek dalam penyelesaian masalah itu.
”Tujuan pemerintah dan warga sama, yaitu meningkatkan kualitas layanan persampahan. Karena itu seluruh pihak perlu terlibat,” tegasnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
