Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Desember 2025, 16.50 WIB

Rayakan Tahun Baru 2026 dengan Empati, Jakarta Ganti Kembang Api Jadi Pertunjukan Drone

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan warga pesisir ibu kota untuk mewaspadai potensi banjir rob yang diprediksi terjadi pada 4–6 Desember 2025. (Masria Pane) - Image

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan warga pesisir ibu kota untuk mewaspadai potensi banjir rob yang diprediksi terjadi pada 4–6 Desember 2025. (Masria Pane)

JawaPos.com - Wajah perayaan Malam Tahun Baru 2025/2026 di Jakarta dipastikan bakal berubah drastis. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan meniadakan pesta kembang api yang biasanya menghiasi langit ibu kota dan menggantinya dengan teknologi atraksi drone.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa Jakarta ingin menunjukkan empati terhadap duka yang sedang menyelimuti sebagian wilayah Indonesia, khususnya di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara akibat bencana banjir dan longsor.

Drone Gantikan Kembang Api demi Solidaritas

Pramono menilai, di tengah suasana duka yang dialami warga di luar Jawa, kemewahan yang berlebihan sudah tidak lagi relevan. Teknologi drone dipilih sebagai solusi agar Jakarta tetap tampil elegan di mata dunia tanpa harus terlihat "hura-hura" secara berlebihan.

"Saya segera memutuskan kembang api menurut saya juga enggak perlu ada. Jadi pakai drone aja cukup. Karena bagaimanapun Jakarta sebagai ibu kota negara kan akan dilihat negara-negara lain. Maka saya akan meminta tim khusus untuk menyiapkan itu," jelas Pramono saat ditemui di kawasan Ancol, Jumat (19/12).

Keputusan ini sekaligus mengubah tradisi tahunan Jakarta yang identik dengan dentuman kembang api besar-besaran menjadi pertunjukan visual yang tetap berkelas.

Larangan Pesta Mewah dan Ruang Kontemplasi

Selain mengganti kembang api dengan drone, Pramono juga melarang keras adanya perayaan yang bersifat pamer kemewahan. Ia ingin warga Jakarta merayakan pergantian tahun dengan sikap rendah hati dan penuh empati.

"Jadi saya sudah memikirkan, yang pertama yang paling utama adalah enggak ada kemeriahan yang berlebihan yang bersifat apa, mewah-mewah, enggak, saya enggak mau," tegasnya.

Sebagai bentuk rasa kemanusiaan, Pemprov DKI Jakarta justru akan menyediakan fasilitas bagi warga yang ingin melakukan refleksi diri dan doa bersama untuk para korban bencana di Sumatra.

"Yang kedua, pasti nanti akan ada tempat secara khusus untuk kita merenung berdoa, kontemplasi, terutama berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara," tambahnya.

Tetap Boleh Bersyukur, Asalkan Santun

Meskipun ada pembatasan perayaan mewah, Pramono menegaskan bahwa dirinya tidak melarang warga untuk mengungkapkan rasa syukur atas pergantian tahun. Ia hanya meminta agar cara yang digunakan tetap santun dan tidak mencolok.

"Tetapi saya juga tidak ingin semua orang kemudian harus apa, enggak boleh bersyukur dengan cara yang lain," ungkap Pramono.

Terkait detail teknis lokasi pertunjukan drone dan rangkaian acara lainnya, pihak Pemprov DKI masih melakukan penggodokan. Keputusan final mengenai format acara akan diumumkan secara resmi dalam waktu dekat.

"Jadi sekali lagi, besok hari Senin ini saya akan putuskan apakah bentuk apa menyambut tahun baru itu bagaimana. Tapi yang jelas saya tidak ingin kita menampakkan kemewahan berlebihan dan tidak punya empati dengan apa yang terjadi dengan saudara-saudara kita yang ada di Sumatra," imbuhnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore