Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 Januari 2026, 22.51 WIB

Jakarta Masuk 10 Besar Kasus TBC Nasional, Wagub Rano Karno Instruksikan Penanganan Khusus

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah berupaya menekan angka kasus Tuberkulosis (TBC) dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menuturkan, Jakarta masuk kedalam 10 besar provinsi dengan kasus TBC terbanyak di Indonesia.

"TBC di Jakarta itu nomor 8 urutan provinsi, itu termasuk tinggi. Enggak perlu kita tutup-tutupi, itu perlu kita kerjakan bersama sama," ujar Wagub Rano saat mengunjungi ke Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (5/12).

Wagub Rano mengungkapkan, penanganan TBC kini mendapatkan atensi khusus, bahkan hingga tingkat nasional.

"Jadi, TBC harus kita tangani bersama. Hal ini juga menjadi perhatian Presiden untuk percepatan pemberantasannya. Alhamdulillah, beberapa langkah sudah dilakukan dan penanganannya terus berjalan," kata Wagub Rano.

Menurutnya, kunci sukses pemberantasan TBC bukan hanya di tangan pemerintah, melainkan kolaborasi lintas sektor. Mulai dari kesiapan fasilitas kesehatan, tenaga medis, hingga kesadaran warga dalam melakukan deteksi dini.

"Kami telah melakukan sejumlah langkah penanganan di beberapa wilayah. Harapannya, upaya ini dapat berjalan optimal sehingga dampak penanganannya dirasakan langsung oleh warga," tegasnya.

Waspada Lonjakan DBD di Musim Hujan

Selain TBC, ancaman DBD juga menjadi sorotan tajam. Rano Karno mengingatkan jajarannya dan masyarakat untuk tidak lengah, terutama saat memasuki musim penghujan yang rawan menjadi puncak penyebaran nyamuk Aedes aegypti.

"Karena Jakarta masih berada di posisi yang cukup tinggi, ini harus kita tangani bersama," tuturnya.

Wagub yang akrab disapa Bang Rano meminta agar gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang) kembali digencarkan sebagai benteng pertahanan pertama di lingkungan rumah.

Tak hanya itu, Wagub Rano meminta peran Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di setiap RT/RW dioptimalkan. Kelalaian kecil dalam mengawasi genangan air bisa berdampak fatal bagi kesehatan satu lingkungan.

"Karena itu, peran petugas juru pemantau jentik (Jumantik) di lingkungan warga terus dioptimalkan. Tim Jumantik menjadi garda terdepan dalam pengawasan dan pencegahan penyebaran DBD di permukiman," imbuhnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore