Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Januari 2026, 00.10 WIB

Polres Depok Kawal Kasus Dugaan Penganiayaan oleh Anggota AL

Ilustrasi penganiayaan.(Pexels (Karolina Grabowska) - Image

Ilustrasi penganiayaan.(Pexels (Karolina Grabowska)

JawaPos.com - Menanggapi tuntutan dari keluarga korban terkait kasus penganiayaan, Kepolisian Resor Metro Depok menegaskan komitmen mereka untuk mengawasi secara serius kasus yang melibatkan seorang anggota TNI Angkatan Laut. Penegasan ini disampaikan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa proses hukum akan dilakukan dengan transparansi.

Menurut Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, pihak kepolisian telah merespons tuntutan keluarga korban dengan serius. Dia menekankan, "Ya, tentu kami dari Polres Metro Depok sangat mengakomodir apa yang menjadi tuntutan mereka selaku dari pihak keluarga korban. Tentunya Kepolisian Metro Depok melalui kasat reskrim menyampaikan bahwa kasus ini terus kami kawal." Hal ini menunjukkan keseriusan Polres Metro Depok dalam menangani perkara tersebut.

Made Budi juga menjelaskan bahwa terduga pelaku, yang merupakan anggota TNI AL, saat ini sedang dalam proses pemeriksaan di Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Bungur. "Pelaku yang diduga merupakan anggota TNI-AL saat ini masih dalam pemeriksaan di Pomal Bungur dan beberapa saksi sudah kami mintakan keterangan terkait hal ini," ungkapnya.

Lebih lanjut, Made menyatakan bahwa penyidik telah memeriksa lebih dari tiga saksi, yang sebagian besar adalah warga sekitar lokasi kejadian. "Lebih dari tiga saksi sudah kami minta keterangan, juga sebagian besar dari warga setempat, dan tentunya kami juga tidak menutup kemungkinan ada saksi-saksi lain yang akan kami minta keterangan guna membantu terangnya kasus ini," jelasnya.

Hingga saat ini, Made menegaskan bahwa hanya satu pelaku yang telah diamankan. "Untuk pelaku saat ini masih satu pelaku yang kami amankan," katanya. Ia juga memastikan bahwa pelaku tersebut adalah anggota TNI AL berinisial M. "Betul, serda TNI-AL, berinisial M, saat ini masih kami amankan. Saat ini masih di Pomal, Pomal Bungur," ucapnya.

Sementara itu, kemungkinan adanya pelaku lain dari unsur sipil masih dalam penyelidikan lebih lanjut. "Untuk pelaku dugaan sipil itu masih kami terus dalami pemeriksaan beberapa saksi dan juga nanti apabila ada pelaku lainnya tentu akan kami sampaikan secara berjenjang," terang Made.

Made juga menjelaskan kronologi awal kejadian, di mana Polsek Cimanggis menerima laporan mengenai dua korban luka pada Jumat dini hari, 2 Januari.

"Polsek Cimanggis hari Jumat pagi sekitar pukul setengah lima pagi menerima dua korban luka yang dibawa menaiki mobil box. Kemudian setelah diterima diketahui korban tersebut menderita luka yang cukup banyak ataupun parah, sehingga kedua korban tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit brimob untuk menjalani perawatan secara intensif," paparnya.

Mengenai pemicu penganiayaan, Made mengungkapkan bahwa penyelidikan masih berlangsung, namun ada dugaan awal yang sedang diteliti. "Saat ini masih kami terus dalami, namun dugaan sementara ini korban, dua korban yang berada di tapos tersebut diduga melakukan transaksi ilegal. Hal itu memicu serda M untuk melakukan penganiayaan sehingga diduga Serda M melakukan penganiayaan yang lebih dari batas sehingga korban dilarikan ke rumah sakit," ujarnya. Ia menambahkan bahwa dugaan transaksi ilegal tersebut berkaitan dengan narkoba.

Made menegaskan bahwa pihaknya terus menggali bukti-bukti terkait dugaan transaksi narkoba ini. "Transaksi ilegal itu narkoba. Tapi tentu hal ini terus kami dalami ya. Berdasarkan bukti-bukti yang ada, bukti-bukti apakah memang dugaan tersebut benar atau tidak terus kami dalami dan tentunya bukti-bukti chat handphone ataupun secara fisik pelaku ataupun korban melakukan transaksi narkoba itu terus kami dalami," kata Made.

Dalam insiden tersebut, Made menyebutkan bahwa pelaku diduga menggunakan benda tumpul saat melakukan penganiayaan. "Serda M diduga melakukan penganiayaan kedua korban tersebut saat ini menggunakan sebilah selang, sebilah selang panjang yang digunakan untuk melakukan penganiayaan atau pemukulan kepada kedua korban tersebut," ujarnya.

Menanggapi dugaan transaksi narkoba yang terjadi pada dini hari, Made menyatakan bahwa polisi masih melakukan kajian terhadap seluruh bukti dan keterangan dari saksi-saksi.

"Ya memang saat ini masih kami simpulkan bahwa memang dari bukti chat tersebut diketahui kedua korban tersebut merupakan sedang melakukan transaksi narkoba dan kemudian diketahui juga pergerakan ataupun keberadaan dari korban tersebut pada malam hari memang kami pertanyakan. Untuk itu terus kami lakukan penyidikan kedua ataupun dari korban satunya dan juga para saksi yang mengetahui secara langsung di tempat kejadian," pungkasnya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore