Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Januari 2026, 23.15 WIB

Pemprov DKI Bongkar Tiang Monorel Pekan Ketiga Januari 2026

Sejumlah tiang monorel yang digunakan sebagai vertikal garden di Jalan Rasuna Said, Jakarta, Senin (24/11/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Sejumlah tiang monorel yang digunakan sebagai vertikal garden di Jalan Rasuna Said, Jakarta, Senin (24/11/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com – Gubernur DKI Pramono Anung memastikan pembongkaran tiang Monorel yang mangkrak sejak 20 tahun lalu berjalan pada Januari 2026. Dia bahkan menegaskan, pembongkaran akan dilakukan langsung oleh jajarannya yang ada di Dinas Bina Marga (DBM) DKI.

'’Pembongkaran tiang monorail akan kami lakukan minggu ketiga, apakah hari Selasa atau Rabu depan. Pembongkarannya dilakukan Pemprov DKI, Bina Marga,’’ ujar Pramono, kemarin (6/1).

Pramono menyebutkan, pembongkaran itu diambil alih Pemprov DKI karena pemilik proyek itu, dalam hal ini PT Adhi Karya, tidak ada langkah pasti. Padahal, Pemprov DKI sudah menyurati BUMN itu untuk segera membongkarnya, namun tidak ada tindak lanjut.

‘’Kami sudah mengeluarkan surat, sudah kami kasih batas waktu satu bulan. Kalau tidak bisa mereka melakukan, kami akan melakukan sendiri,’’ tambahnya.

Lantaran pembongkaran dilakukan jajarannya, maka Pemprov DKI yang harus menyiapkan alokasi anggaran pembongkaran. Namun, Pramono mengaku tidak mengetahui angka pasti untuk kebutuhan pembongkaran tersebut. ‘’Nanti bisa ditanyakan kepada Dinas Bina Marga DKI ya,’’ tambahnya.

Lebih lanjut, Pramono menyebutkan, bila pembongkaran itu dilakukan DKI, maka kewenangannya akan sepenuhnya berada di Pemprov DKI. Termasuk, untuk lokasi pasca tiang-tiang itu dibongkar. ‘’Nanti akan kami taruh di mana setelah dibongkar? tentunya menjadi kewenangan Jakarta sepenuhnya,’’ katanya.

Selanjutnya, meski tidak merincikan proses pembongkaran, Pramono memastikan arus lalu lintas sekitar tiang monorel itu tetap berjalan semestinya. Baik yang ada di Jalan HR Rasuna Said maupun Jalan Asia Afrika. Pemprov DKI tidak akan melakukan rekayasa lalu lintas maupun penutupan jalan saat kegiatan pembongkaran dilakukan.

‘’Tidak dilakukan penutupan jalan. Jadi, pembongkaran dilakukan dengan pengalaman yang ada,’’ imbuhnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore