Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Januari 2026, 06.12 WIB

Gubernur DKI Berjanji Hidupkan 153 Pasar Tradisional di Jakarta

Pasar Kombongan resmi dibuka, Gubernur DKI berjanji hidupkan 153 Pasar Tradisional. (Masria/JawaPos) - Image

Pasar Kombongan resmi dibuka, Gubernur DKI berjanji hidupkan 153 Pasar Tradisional. (Masria/JawaPos)

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk menghidupkan kembali pasar-pasar tradisional yang ada di Jakarta. Langkah ini terutama ditujukan untuk pasar-pasar yang dikelola oleh Perumda Pasar Jaya. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Pramono saat meresmikan Pasar Kombongan yang terletak di Kemayoran, Jakarta Pusat, (6/1).

Pramono menegaskan, “Saya sudah meminta kepada pak Dirut (Dirut Perumda Pasar Jaya Agus Himawan) semua pasar dihidupkan kembali.” Dengan semangat ini, dia menunjukkan tekadnya untuk memulihkan fungsi pasar sebagai tempat berbelanja yang nyaman bagi masyarakat.

Dia mencatat bahwa Perumda Pasar Jaya mengelola total 153 pasar. Namun, dari jumlah tersebut, masih terdapat beberapa pasar yang dalam kondisi kurang baik, seperti becek dan kumuh, yang membuat masyarakat ragu untuk berbelanja di sana.

“Intinya, pasar-pasar pasti kami hidupkan kembali. Pasar Kombongan ini sudah mangkrak hampir 4-5 tahun, dan hari ini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Pramono, salah satu penyebab mangkraknya revitalisasi pasar adalah masalah akses. Untuk itu, dia memerintahkan perbaikan akses menuju lokasi pasar.

“Saya tadi sudah meminta kepada bapak wali kota (Wali Kota Jakarta Pusat Arifin) dan juga bu asisten (Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Suharini Eliawati) untuk mengambil jalan keluar, memecahkan solusi terhadap akses yang dikeluhkan oleh sebagian pedagang,” imbuhnya. Dia yakin, dengan perbaikan akses, akan ada lebih banyak masyarakat yang mau berbelanja di pasar tersebut.

Selain Pasar Kombongan, masih ada beberapa pasar lainnya yang dikelola oleh Perumda Pasar Jaya yang juga mengalami masalah serupa. Salah satunya adalah Pasar Blok A Fatmawati. Meskipun sudah dilakukan groundbreaking pada tahun 2017, hingga kini pembangunan pasar tersebut belum juga dilanjutkan.

Mengenai masalah pembangunan pasar yang mangkrak, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, mengungkapkan ada dua faktor penyebabnya. Pertama, dampak dari pandemi, dan kedua, masalah hukum.

“Untuk Pasar Blok A itu, alhamdulillah sudah selesai masalah hukumnya di tingkat peninjauan kembali. Dan ini, kami sedang proses untuk mencari mitra, untuk kerjasama dengan pihak ketiga,” katanya.

Tidak hanya fokus pada pasar yang mangkrak, Agus juga menjelaskan bahwa mereka akan melakukan perbaikan secara bertahap pada pasar-pasar lainnya. Terutama pasar-pasar yang dalam kondisi sangat becek dan kumuh.

“Alhamdulillah, sekarang kondisi sampai dengan bulan Desember 2025 ini, sudah hampir 84 pasar yang kita perbaiki semuanya,” katanya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore