Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Januari 2026, 21.01 WIB

Kondisi Pasar Tradisional di Jakarta Semakin Semenjak Pandemi Covid-19

Penjual merapihkan dagangannya di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Minggu (14/12/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Penjual merapihkan dagangannya di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Minggu (14/12/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Suasana yang dulunya ramai dan penuh semangat di berbagai pasar tradisional di Jakarta kini terasa semakin lengang. Sejak Pandemi Covid-19 melanda dan gempuran penjualan online, denyut aktivitas jual beli di tempat-tempat yang selama ini menjadi jantung perekonomian rakyat belum mampu pulih sepenuhnya. Bahkan cenderung semakin sepi dan membuat para pedagang merasakan penurunan omzet yang signifikan.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh menyebut pergeseran daya beli masyarakat menjadi salah satu penyebab utama lesunya aktivitas pasar tradisional. Pergeseran itu membuat penurunan omzet lebih dari 50 persen. Kondisi kitu diperparah dengan maraknya penjualan daring yang membuat pengunjung pasar semakin berkurang.

"Pergeseran pola belanja masyarakat ke platform online membuat konsumen yang sebelumnya berbelanja langsung kini lebih memilih memesan berbagai kebutuhan secara daring, " kata Nova, Selasa (20/1). 

Untuk Nova meminta agar pemerintah turun tangan mengatur penjualan daring agar tercipta kesetaraan harga dan persaingan yang lebih adil dengan pedagang pasar tradisional.

"Pasar Deprok sendiri memiliki sejarah panjang, mulai dari pedagang yang mengangkut dagangannya dengan cara "ndeprok" di pinggir jalan sekitar tahun 1970-an, sehingga upaya untuk memperkuat jalinan kerja sama di bidang perekonomian rakyat ini menjadi hal yang sangat penting, "kata Cheruddin. (Ygi)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore