Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Januari 2026, 01.08 WIB

Dandim Jakpus Tegaskan Tak Ada Niat Babinsa di Kemayoran Rugikan Pedagang Es Gabus

Ilustrasi Es Gabus. (YouTube Eliza Perkasa) - Image

Ilustrasi Es Gabus. (YouTube Eliza Perkasa)

JawaPos.com - Komandan Kodim (Dandim) 0501/Jakarta Pusat (Jakpus) Kolonel Infanteri Ahmad Alam Budiman menegaskan bahwa babinsa yang belakangan viral di media sosial (medsos) tidak pernah punya niat merugikan warga. Dia menyatakan, peristiwa melibatkan seorang bhabinkamtibmas dan pedagang es gabus itu berawal dari kesalahpahaman.

Penegasan itu disampaikan oleh Kolonel Ahmad dalam keterangan resmi yang disampaikan kepada awak media pada Rabu (28/1). Dia menyatakan bahwa kesalahpahaman itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Pada Senin (26/1), dia bersama beberapa pihak terkait menemui pedagang es gabus di kediamannya yang berada di wilayah Desa Rawa Panjang, Bojong Gede, Bogor.

”Tidak ada niat sedikit pun untuk merugikan warga. Kami menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kebersamaan dengan rakyat. Permasalahan ini telah diselesaikan secara kekeluargaan dan kami bersyukur, semuanya dapat berjalan dengan baik,” ungkap dia.

Menurut Ahmad, kesalahpahaman dan persoalan yang terjadi sudah diselesaikan melalui dialog terbuka. Selain itu, kesalahpahaman diluruskan dan diselesaikan secara kekeluargaan sehingga tidak menyisakan persoalan di kemudian hari. Dia juga menegaskan bahwa sebagai institusi yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kedekatan dengan rakyat.

”TNI AD memastikan bahwa setiap prajurit di lapangan bertugas dengan mengedepankan sikap persuasif, komunikasi yang baik, serta menghormati masyarakat dalam berbagai situasi,” ujarnya.

Namun demikian, sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen perbaikan, Ahmad memastikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi internal dan memperkuat pembinaan satuan serta personel di lapangan. Utamanya dalam hal komunikasi sosial dan kepekaan terhadap dinamika masyarakat. Menurut dia, langkah itu dilakukan agar setiap potensi kesalahpahaman dapat dicegah sejak awal.

”Dan tidak berkembang menjadi isu yang dapat menimbulkan mispersepsi di publik,” lanjut dia.

Kepada masyarakat di di Jakpus, Ahmad mengajak masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi serta mengedepankan klarifikasi melalui jalur resmi. Dia pun menekankan sinergi dan saling pengertian antara TNI AD dengan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga suasana yang kondusif, aman, dan harmonis.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore