Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 Januari 2026, 05.18 WIB

BMKG Prediksi Curah Hujan Tinggi, Pemprov DKI Perpanjang PJJ dan WFH Sampai 1 Februari

Sejumlah pengendara terjebak banjir di dekat Ring Road Tol JORR Cengkareng, Jakarta, Jumat (23/01/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Merujuk prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Work From Home (WFH) hingga 1 Februari mendatang.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan hal itu saat diwawancarai oleh awak media pada Kamis (29/1). Menurut dia, keputusan memperpanjang PJJ dan WFH didasari kondisi cuaca sampai beberapa hari ke depan. BMKG memprediksi curah hujan masih tinggi.

”Dari hasil (perhitungan) BMKG, kemungkinan besar bahwa curah hujan itu masih tinggi sampai dengan tanggal 1 Februari. Maka dengan demikian, saya sudah memutuskan untuk PJJ maupun orang mau Work From Home itu sampai dengan 1 Februari,” terang dia.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan terus melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menurunkan curah hujan di Jakarta dan sekitarnya. Pramono menegaskan bahwa dirinya sudah memberi lampu hijau untuk pelaksanaan OMC di Jakarta.

”Saya sudah memberikan persetujuan kalau diperlukan untuk OMC. Karena kemungkinan curah hujannya masih tinggi, termasuk hari ini. Dan mohon maaf, hari ini dari tadi pagi jam 05.00 WIB sebenarnya sudah kita lakukan. Kalau enggak ini pasti curah hujannya lebih tinggi dari yang sekarang,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta resmi mengambil langkah cepat menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang melanda ibu kota. Dinas Pendidikan DKI Jakarta menerapkan kebijakan PJJ untuk seluruh satuan pendidikan di Jakarta guna menjamin keselamatan siswa.

Kebijakan itu diambil merespons peringatan dini dari BPBD DKI Jakarta terkait potensi risiko cuaca buruk yang diprediksi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Keputusan tersebut tertuang dalam surat edaran yang dirilis oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana.

”Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah dalam menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik, mengingat potensi risiko yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem,” ujar Nahdiana pada Jumat (23/1).

Berdasar surat edaran tersebut, PJJ di Jakarta akan berlangsung hingga 28 Januari 2026. Namun, durasi ini bersifat fleksibel dan akan terus dievaluasi mengikuti perkembangan cuaca di wilayah Jakarta. Pihak sekolah diminta untuk tetap aktif memantau jalannya belajar daring. Jika terjadi kendala teknis di lapangan, sekolah wajib menyiapkan alternatif pembelajaran.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore