Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 Januari 2026, 15.56 WIB

Jakarta Masih Cuaca Ekstrem, Gubernur Pramono Anung Perpanjang PJJ dan WFH hingga 1 Februari 2026

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) memberikan keterangan pers saat meninjau pengerukan kali Sepak di Jakarta, Senin (26/01/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) memberikan keterangan pers saat meninjau pengerukan kali Sepak di Jakarta, Senin (26/01/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Ancaman cuaca ekstrem masih membayangi Jakarta hingga awal Februari 2026. Kondisi ini sesuai dengan prakiraan yang diterima Pemprov DKI dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menuturkan, curah hujan tinggi masih mengancam Jakarta dan sekitarnya hingga 1 Februari 2026. Untuk antisipasi, Pramono memutuskan untuk memperpanjang kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) serta skema bekerja dari rumah atau work from home (WFH) yang sebelumnya dikeluarkan hingga 28 Januari 2026. Kebijakan itu diperpanjang Pramono hingga 1 Februari mendatang.

''Untuk periode ini, dari hasil BMKG, kemungkinan besar bahwa curah hujan itu masih tinggi sampai dengan tanggal 1 Februari. Maka dengan demikian, saya sudah memutuskan untuk PJJ maupun WFH sampai 1 Februari,'' katanya pada Kamis (29/1).

Selain itu, sebagai antisipasi prediksi BMKG itu, Pramono juga memerintahkan untuk kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan intensitas hujan. OMC itu akan dilakukan berdasar koordinasi BMKG dengan BPBD DKI. 

''Saya sudah memberikan persetujuan kalau diperlukan untuk OMC karena memang curah hujan ini masih panjang,'' katanya.

Menurutnya, pelaksanaan OMC itu cukup efektif dalam mencegah dampak banjir di Jakarta. Dia memisalkan kondisi cuaca Kamis (29/1), jika tidak dilakukan OMC maka curah hujan yang turun pasti lebih tinggi. Pelaksanaan OMC bahkan sudah dilakukan sejak pukul 05.00.

''Kalau tidak, curah hujannya pasti lebih tinggi dari yang sekarang,” jelasnya.

Terkait adanya pendapat yang menyebutkan OMC bila sering dilakukan bisa berbahaya, Pramono langsung membantahnya. Menurutnya, OMC itu dilakukan dengan menggunakan material yang aman.

''Enggak (bahaya), itu kan sudah ilmiah. Dan OMC ini kan sudah juga menggunakan material yang tidak berbahaya,'' katanya.

Sebagai informasi, curah hujan tinggi masih terjadi di Jakarta, kemarin. Berdasar data BPBD DKI, hingga pukul 14.00, ada sebanyak 52 RT dan 17 ruas jalan di Jakarta yang terdampak banjir. Ketinggiannya beragam, mulai dari 30 sentimeter hingga 140 sentimeter. Kelurahan yang paling terdampak itu ada di Jakarta Timur karena curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung.(rya)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore