Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Februari 2026, 18.38 WIB

Tragedi Matraman Raya: Siswa SMKN 34 Meninggal Dunia usai Motor Hantam Jalan Berlubang

Ilustrasi kecelakaan sepeda motor. (Shutterstock/Antara)

JawaPos.com-Kecelakaan maut terjadi di ruas Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Senin (9/2) pagi. Seorang pelajar SMKN 34 Jakarta Pusat berinisial A, dilaporkan meninggal dunia di tempat setelah sepeda motor yang dikendarainya menghantam lubang jalan yang dalam.

Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 06.00 WIB ini menambah daftar panjang korban akibat buruknya infrastruktur jalan di kawasan tersebut. Korban yang diketahui merupakan siswa kelas 11 jurusan Teknik Mesin ini langsung terpental ke aspal dan tidak sadarkan diri hingga dinyatakan meninggal dunia oleh warga yang mencoba menolong.

Detik-detik Kronologi Kecelakaan

Menurut kesaksian warga, kondisi jalanan saat itu masih relatif sepi. Namun, kontur jalan yang rusak dan berlubang diduga kuat menjadi penyebab utama korban kehilangan kendali atas kendaraannya.

Ardi, salah satu pengendara yang berada di lokasi, menceritakan bahwa ia melihat korban sudah tergeletak saat ia keluar dari gang menuju jalan raya.

"Kondisi jalan sepi, enggak ada orang sepi, saya keluar dari sana (gang) ke jalan raya sudah ngegeletak saja (korban)," ujarnya, Senin (9/2).

Ardi juga sempat melihat aksi heroik dua orang warga yang berusaha menghadang laju kendaraan lain agar tubuh korban tidak terlindas. Meskipun kondisi sepeda motor korban tidak mengalami kerusakan parah, benturan keras ke aspal diduga menjadi penyebab fatal kematian korban.

Lokasi Rawan Kecelakaan Akibat Jalan Rusak

Masalah jalan rusak di Matraman ini ternyata bukan rahasia lagi bagi warga sekitar. Ardi menyebutkan bahwa lokasi tersebut memang kerap memakan korban karena kondisi tambalan jalan yang tidak rata.

"Sudah sering sih, mungkin karena tembelan ini ya, agak rawan," tambah Ardi.

Senada dengan Ardi, Ilham, pengendara lain yang melintas, awalnya mengira kemacetan panjang yang terjadi dari arah Jatinegara menuju Senen disebabkan oleh adanya proyek perbaikan jalan.

"Saya pikir ada perbaikan jalan atau apa ya, ternyata pas lewat ada orang tergeletak," singkat Ilham.

Kemacetan parah sempat mengular selama proses evakuasi jasad korban yang saat itu ditutupi jas hujan plastik berwarna merah dan hitam. Tak lama kemudian, ambulans tiba untuk membawa korban ke rumah sakit terdekat.

Kejadian tragis ini memicu reaksi keras dari para pengguna jalan yang meminta pemerintah segera mengambil tindakan nyata sebelum jatuh korban lebih banyak.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore