Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Oktober 2025, 18.33 WIB

Kebiasaan-kebiasaan Kecil yang Membuat Seseorang Terlihat Ketinggalan Zaman Tanpa Mereka Sadari

ilustrasi dua orang berjabat tangan./Freepik - Image

ilustrasi dua orang berjabat tangan./Freepik

JawaPos.com - Setiap orang pasti memiliki kebiasaan atau tingkah laku yang tanpa disadari dapat memberikan kesan keliru kepada orang lain di lingkungan sosial.

Kebiasaan sepele ini mungkin terasa tidak penting bagi diri sendiri, namun berpotensi memicu persepsi bahwa Anda tidak terhubung atau ketinggalan zaman dari perkembangan dunia sekitar.

Kesan "ketinggalan zaman" muncul dari perilaku yang tidak selaras dengan arus komunikasi dan kebiasaan umum masyarakat modern, melansir dari Global English Editing Kamis (23/10).

Menyadari kebiasaan-kebiasaan tersembunyi tersebut adalah langkah pertama yang penting untuk memastikan Anda terlihat terhubung dan terlibat seperti diri Anda yang sesungguhnya.

1. Terlalu Bergantung pada Teknologi Kuno

Dunia bergerak cepat, apalagi dalam hal teknologi, sehingga perkembangannya berjalan sangat pessif dan hampir tanpa jeda waktu yang berarti. Jika Anda masih menggunakan ponsel lipat saat sebagian besar orang memakai smartphone, atau mencetak email padahal bisa dibaca di tablet, itu bisa menjadi sinyal bahwa Anda sudah tertinggal. Hal ini tidak berarti Anda harus menjadi ahli teknologi, tetapi mengetahui teknologi dasar yang umum digunakan orang sangat penting untuk tetap relevan. Mengawasi kebiasaan teknologi Anda membantu menjaga koneksi dengan dunia dan mencegah kesan yang tidak selaras dengan realitas saat ini.

2. Mengabaikan Platform Komunikasi Modern

Beberapa tahun lalu, banyak orang mungkin masih terikat pada surat elektronik atau email sebagai satu di antara jalur komunikasi utama dalam bekerja dan bersosialisasi. Namun, munculnya aplikasi pesan instan seperti Slack atau Teams membuat email terasa lambat dan kurang efisien untuk interaksi harian yang cepat. Keengganan untuk belajar dan beradaptasi dengan platform komunikasi baru menunjukkan bahwa Anda enggan keluar dari zona nyaman. Dunia terus berubah dan begitu pula cara kita berkomunikasi, sehingga bertahan pada metode lama membuat Anda terlihat tidak sinkron dengan perkembangan zaman.

3. Ketidaktahuan tentang Budaya Populer

Budaya pop atau pop culture adalah denyut nadi masyarakat karena menyangkut hal-hal yang sedang tren, diperbincangkan, dan menjadi berita utama yang menarik perhatian. Ketidaktahuan Anda mengenai serial Netflix terbaru, lagu populer terkini, atau pemenang acara olahraga besar, dapat membuat Anda tampak jauh dari dunia di sekitar. Memahami tren populer secara umum sangat membantu Anda untuk membangun koneksi yang lebih baik dengan orang lain. Adanya minat bersama dalam budaya populer bahkan dapat mempererat ikatan sosial dan meningkatkan hubungan pribadi, menurut sebuah studi dari University of Kansas.

4. Perlawanan terhadap Perubahan

Perubahan merupakan suatu hal yang tidak terhindarkan dan akan terus terjadi secara berkelanjutan seiring berjalannya waktu. Jika Anda sering bernostalgia tentang "masa lalu yang indah" dan selalu membandingkan masa kini dengan masa lalu, ini bisa memberikan kesan ketinggalan zaman. Mengenang masa lalu memang nyaman, tetapi terjebak di dalamnya justru menciptakan jarak atau diskoneksi dengan masa sekarang. Menerima perubahan tidak berarti melupakan sejarah, melainkan mengakui evolusi hal-hal di sekitar Anda dan terbuka terhadap ide serta pengalaman baru.

5. Tidak Mengakui Perspektif Orang Lain

Di dunia yang beragam ini, setiap orang memiliki sudut pandang unik yang dibentuk oleh pengalaman, kepercayaan, dan latar belakang budaya mereka. Mengabaikan atau menolak perspektif orang lain hanya karena tidak sesuai dengan pandangan Anda dapat membuat Anda terlihat tidak terhubung dan sombong. Belajar untuk mendengarkan dan menghormati pandangan yang berbeda akan memperkaya percakapan dan mempererat hubungan persahabatan di lingkungan sosial. Bersikap terbuka dan menerima sudut pandang lain memberikan kesempatan untuk terus belajar dan tumbuh.

6. Mengabaikan Pentingnya Peningkatan Diri

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore