Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Oktober 2025, 07.28 WIB

Menurut Penelitian, Pasangan yang Terlalu Sering Pamer Kemesraan di Media Sosial Justru Menyimpan Masalah Psikologis Ini!

Ilustrasi pasangan yang gemar memamerkan kemesraan di media sosiall./ (Freepik)

JawaPos.com – Hubungan yang tampak sempurna di media sosial sering kali membuat orang berpikir bahwa pasangan tersebut benar-benar bahagia. 

Namun, di balik unggahan foto mesra, caption romantis, dan video penuh cinta, ada sisi psikologis yang jarang disadari. 

Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan pamer kemesraan di media sosial tidak selalu menandakan kebahagiaan sejati, melainkan bisa menjadi cerminan dari rasa insecure atau tidak aman dalam hubungan.

Fenomena ini semakin umum di era digital, ketika validasi dari like dan komentar menjadi tolok ukur kebahagiaan. 

Para ahli psikologi mengingatkan bahwa kebahagiaan sejati tidak perlu pembuktian di dunia maya, karena cinta yang sehat justru tumbuh dalam ruang pribadi, bukan di depan publik.

Melansir Family and Media, Selasa (21/10/2025), sejumlah penelitian menemukan bahwa perilaku ini berkaitan erat dengan konsep Relationship-Contingent Self-Esteem (RCSE), yakni bentuk harga diri yang bergantung pada status hubungan seseorang.

1. Pamer Kemesraan Sering Kali Berasal dari Rendahnya Kepercayaan Diri

Penelitian dari Albright College mengungkap bahwa individu dengan tingkat kepercayaan diri rendah atau kesulitan mengekspresikan perasaan di kehidupan nyata cenderung lebih sering memamerkan hubungannya di media sosial. 

Menurut Gwendolyn Seidman, asisten profesor psikologi di kampus tersebut, mereka yang memiliki RCSE tinggi merasa perlu meyakinkan diri sendiri, pasangan, dan orang lain bahwa hubungan mereka “baik-baik saja.” 

Dengan kata lain, unggahan romantis bukan selalu tentang cinta, melainkan tentang mencari validasi emosional.

2. Pasangan Bahagia Justru Tak Perlu Banyak Unggahan

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore