Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 Desember 2025, 07.18 WIB

9 Kebiasaan di Media Sosial yang Sering Dilakukan Orang Saat Mereka Mencari Validasi Menurut Psikologi

seseorang yang mencari validasi di media sosial./Freepik/freepik - Image

seseorang yang mencari validasi di media sosial./Freepik/freepik

JawaPos.com - Dalam dunia yang kian terhubung secara digital, media sosial bukan hanya ruang untuk berbagi, tetapi juga tempat untuk merasa “dilihat”, “dianggap”, dan “diakui”.

Tak sedikit orang yang—secara sadar maupun tidak—menggunakan platform ini sebagai sumber validasi yang mungkin tidak mereka dapatkan dalam kehidupan nyata.

Dalam psikologi, perilaku tersebut berkaitan erat dengan kebutuhan dasar manusia untuk mendapatkan penghargaan sosial, perhatian, dan pengakuan identitas.

Namun, ketika validasi eksternal menjadi tujuan utama, pola perilaku tertentu mulai muncul.

Dilansir dari Senin (1/12), terdapat sembilan kebiasaan umum yang sering dilakukan orang di media sosial ketika mereka sedang mencari validasi.

1. Mengunggah Berlebihan (Oversharing) Untuk Mencari Perhatian

Mereka membagikan terlalu banyak detail tentang kehidupan pribadi—mulai dari keluhan, hubungan, hingga konflik—karena respons dari orang lain memberikan rasa diterima.

Secara psikologis, oversharing sering muncul dari kebutuhan untuk merasa terhubung dan mendapatkan empati, terutama ketika individu merasa kurang mendapat dukungan emosional di dunia nyata.

2. Menghapus dan Mengunggah Ulang Jika Engagement Rendah

Ada orang yang cepat menghapus postingan saat like atau komentar tidak sesuai ekspektasi.

Perilaku ini menunjukkan bahwa nilai diri mereka semakin tergantung pada reaksi audiens.

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan contingent self-esteem—harga diri yang melekat pada penilaian luar.

3. Membandingkan Diri Secara Terus-Menerus

Seseorang yang mencari validasi sering memonitor akun orang lain untuk melihat apakah hidup mereka terlihat “lebih baik” atau “lebih sukses”.

Perbandingan sosial seperti ini, menurut teori social comparison, dapat memperburuk kecemasan, depresi, dan ketidakpuasan diri.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore