Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 Desember 2025, 09.19 WIB

8 Kebiasaan Orang yang Mengubah Tekanan Menjadi Kemajuan Menurut Psikologi, Apa Sajakah Itu?

seseorang yang mampu mengubah tekanan menjadi kemajuan./Freepik/EyeEm - Image

seseorang yang mampu mengubah tekanan menjadi kemajuan./Freepik/EyeEm

JawaPos.com - Dalam hidup, tekanan bukan sekadar penghalang.

Bagi sebagian orang, tekanan justru menjadi sumber tenaga yang mendorong mereka melesat lebih jauh.

Mereka tidak hanya bertahan di bawah beban, tetapi mampu mengubah stres, tuntutan, dan tantangan menjadi langkah maju yang berarti.

Dalam psikologi, kemampuan ini disebut stress-related growth—yakni kemampuan berubah menjadi lebih kuat setelah menghadapi tekanan.

Namun, kemampuan tersebut bukan keberuntungan bawaan.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (2/12), ada kebiasaan tertentu yang secara konsisten dilakukan oleh orang-orang yang mampu memanfaatkan tekanan sebagai bahan bakar kemajuan.

Berikut delapan di antaranya.

1. Mereka Memulai dengan Mengakui Emosi, Bukan Menekannya

Alih-alih berpura-pura kuat, mereka memberi ruang bagi emosi untuk muncul: marah, takut, cemas, tertekan.

Psikologi menyebut proses ini emotional labeling.

Saat seseorang menamai emosinya, aktivitas amigdala (pusat ketakutan) menurun, dan bagian otak rasional menjadi lebih aktif.

Hasilnya? Tekanan tidak meledak ke luar, melainkan dipahami dan dikelola.

2. Mereka Mengurai Masalah Menjadi Bagian-Bagian Kecil

Orang yang berkembang dari tekanan tidak melihat masalah sebagai gunung besar.

Mereka memecahnya menjadi bukit-bukit kecil.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore