Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Desember 2025, 16.53 WIB

8 Kebiasaan Digital yang Ternyata Mengungkap Sifat Egois Seseorang, Menurut Psikologi

Ilustrasi kebiasaan digital yang ternyata dapat mengungkap sifat egois seseorang, menurut psikologi./freepik/ wayhomestudio - Image

Ilustrasi kebiasaan digital yang ternyata dapat mengungkap sifat egois seseorang, menurut psikologi./freepik/ wayhomestudio

JawaPos.com - Di era digital seperti sekarang, ponsel dan media sosial sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Namun, tahukah Anda bahwa cara seseorang menggunakan ponsel bisa memberi petunjuk tentang kepribadian mereka?

Terkadang, kebiasaan-kebiasaan yang terlihat sepele, bisa menjadi tanda bahwa seseorang terlalu fokus pada diri sendiri.

Menurut psikologi, perilaku digital tertentu dapat mengungkap sifat egois, kurang empati, atau ketidakmampuan dalam menghargai orang lain di sekitarnya.

Baca Juga: Wajib Tahu! 10 Tempat Makan Favorit Dekat Stasiun Tenjo Bogor yang Perlu Dicoba!

Dilansir dari laman Global English Editing pada Senin (15/12), berikut merupakan 8 kebiasaan digital yang ternyata dapat mengungkap sifat egois seseorang, menurut psikologi.

1. Terlalu Sering Melihat Ponsel Saat Orang Lain Bicara

Orang yang terus-menerus melihat ponselnya saat sedang berinteraksi dengan orang lain sebenarnya tidak sepenuhnya hadir secara emosional.

Mereka ada secara fisik, tetapi perhatian dan empati terhadap lawan bicaranya sangat minim.

Baca Juga: Uang Makin Menebal! 6 Weton Istimewa yang Keran Rezekinya Tanpa Hambatan hingga Gelontoran Harta Tak Terbendung Menurut Primbon Jawa

Hal ini menunjukkan bahwa mereka lebih mementingkan kepuasan instan dari dunia digital dibandingkan menghargai waktu, perasaan, dan usaha orang yang sedang mencoba berinteraksi dengannya.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa membuat hubungan sosial menjadi dangkal karena orang lain merasa tidak dihargai atau diabaikan olehnya.

2. Terlalu Sibuk Memotret dan Tidak Menikmati Momen

Orang yang selalu terdorong untuk memotret setiap momen, pemandangan, atau aktivitas untuk dibagikan di media sosial seringkali kehilangan kesempatan untuk menikmati pengalaman itu secara penuh.

Baca Juga: Akhir Desember, 6 Shio Ini Dipercepat Laju Rezekinya, Finansial Naik, dan Ekonominya Mapan Menurut Astrologi Tiongkok

Mereka lebih memikirkan bagaimana momen itu akan terlihat di ponsel atau bagaimana tanggapan orang lain nantinya, daripada benar-benar merasakan keindahan atau kesenangan dari momen itu sendiri.

Mereka cenderung merasa takut kehilangan kesempatan untuk menunjukkan pengalaman kepada orang lain. Akibatnya, mereka hidup untuk tampil, bukan untuk merasakan pengalaman itu secara utuh.

3. Selalu Mencari Bukti di Google untuk Terlihat Benar

Orang yang selalu mencari fakta atau data di ponsel saat percakapan berlangsung sering kali tidak nyaman jika ada kemungkinan mereka salah.

Mereka merasa harus selalu benar dan ingin mempertahankan citra superioritas di hadapan orang lain.

Kebiasaan ini mencerminkan harga diri yang rendah dan ketakutan untuk terlihat kurang tahu, sehingga mereka lebih fokus pada “menang” dalam setiap diskusi daripada membuka diri untuk belajar atau memahami perspektif orang lain.

4. Tidak Pernah Menonaktifkan Ponsel di Ruang Publik

Orang yang ponselnya terus berbunyi di ruang bersama, baik saat rapat, makan bersama, maupun menonton film, menunjukkan bahwa mereka menempatkan kepentingan digital di atas kenyamanan orang lain.

Mereka mungkin tidak menyadari atau sengaja mengabaikan bagaimana suara notifikasi dapat mengganggu suasana. Hal ini mencerminkan kurangnya empati dan kesadaran sosial, serta ketidakmampuan untuk menghargai norma dan kenyamanan orang lain.

Kebiasaan ini bisa menimbulkan kesan bahwa mereka selalu menganggap diri lebih penting daripada orang-orang di sekitarnya.

5. Membagikan Kehidupan Pribadi Orang Lain Tanpa Izin

Orang yang suka membagikan foto atau cerita pribadi orang lain tanpa izin biasanya lebih peduli pada popularitas dan interaksi di media sosial daripada menghormati privasi teman-temannya.

Mereka melihat kehidupan orang lain sebagai sumber konten untuk meningkatkan citra diri, bukan sebagai hubungan yang harus dihormati.

Ketidakmampuan untuk menjaga privasi orang lain ini menunjukkan kurangnya empati dan kesadaran terhadap batasan orang lain.

Dalam dunia mereka, orang lain hanyalah alat untuk meningkatkan status atau mendapatkan pengakuan, bukan individu yang memiliki hak atas kehidupan pribadi mereka.

6. Berbicara Keras di Ponsel Saat di Tempat Umum

Orang yang berbicara keras di telepon atau melakukan video call di ruang publik menunjukkan bahwa mereka cenderung menganggap diri mereka sebagai pusat perhatian.

Mereka sering tidak menyadari, atau sengaja mengabaikan, bahwa perilaku mereka dapat mengganggu orang di sekitarnya.

Kebiasaan ini menunjukkan bahwa mereka kesulitan untuk memahami batas sosial, kurangnya kesadaran diri, dan memprioritaskan kebutuhan pribadi dibandingkan kenyamanan orang lain.

7. Hanya Berinteraksi dengan Konten Tentang Diri Mereka Sendiri

Orang yang hanya menanggapi postingan yang menyebut atau menampilkan dirinya dan mengabaikan konten lain menunjukkan fokus yang sangat besar pada diri sendiri.

Mereka tidak tertarik pada kehidupan, pencapaian, atau kesulitan orang lain kecuali hal itu secara langsung berkaitan dengan diri mereka.

Kebiasaan ini mencerminkan sifat egois dan keterpusatan diri yang kuat, di mana perhatian mereka hanya diberikan jika sesuatu berkaitan dengan kepentingan atau citra diri mereka.

8. Mengirim Pesan Saat Orang Lain Bicara

Orang yang terus menulis pesan saat sedang diajak bicara menunjukkan bahwa perhatian mereka lebih tertuju pada dunia digital daripada pada orang yang berbicara secara langsung.

Perilaku ini menandakan kesulitan mengatur emosi, kontrol diri yang rendah, dan empati yang terbatas terhadap perasaan orang lain.

Mereka menganggap bahwa waktu dan perhatian orang lain kurang penting dibandingkan kebutuhan mereka sendiri untuk segera merespons pesan. Akibatnya, orang yang sedang berbicara akan merasa tidak dihargai dan diabaikan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore