Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 Desember 2025, 03.33 WIB

Jika Seseorang Mengatakan 7 Hal Ini Setelah Anda Menyatakan Batasan, Mereka Sebenarnya Tidak Mendengarkan Anda

seseorang yang tidak mendengarkan anda dengan baik./Freepik/EyeEm - Image

seseorang yang tidak mendengarkan anda dengan baik./Freepik/EyeEm

JawaPos.com - Menyatakan batasan (boundaries) adalah tanda kedewasaan emosional. Ini bukan tentang menolak orang lain, melainkan tentang menghargai diri sendiri.

Namun dalam praktiknya, tidak semua orang benar-benar mendengar ketika kita berkata “cukup”, “tidak”, atau “saya tidak nyaman”.

Dalam psikologi komunikasi, mendengarkan bukan sekadar mendengar kata-kata, tetapi memahami makna, emosi, dan kebutuhan di baliknya.

Sayangnya, ada kalanya respons seseorang justru menunjukkan sebaliknya: mereka tidak sedang mencoba memahami Anda, melainkan mempertahankan kepentingan mereka sendiri.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (23/12), jika setelah Anda menyatakan batasan, seseorang mengatakan hal-hal berikut, besar kemungkinan mereka tidak benar-benar mendengarkan Anda.

1. “Kamu terlalu sensitif.”

Kalimat ini terdengar sederhana, tetapi dampaknya sangat merusak secara psikologis. Alih-alih menghargai perasaan Anda, mereka justru mengecilkannya.

Dalam psikologi, ini dikenal sebagai emotional invalidation—penyangkalan terhadap emosi orang lain. Saat seseorang mengatakan Anda “terlalu sensitif”, fokusnya bukan lagi pada batasan yang Anda buat, melainkan pada “kesalahan” emosi Anda.

Padahal, batasan bukan soal perasaan berlebihan, melainkan tentang kebutuhan yang sah.

2. “Aku cuma bercanda, kok.”

Humor sering dijadikan tameng untuk menghindari tanggung jawab. Ketika Anda menyatakan batasan lalu dibalas dengan kalimat ini, pesan tersiratnya adalah: kenyamanan saya lebih penting daripada perasaan Anda.

Secara psikologis, ini menunjukkan kurangnya empati. Bercanda seharusnya membuat kedua belah pihak nyaman, bukan satu tertawa sementara yang lain terluka.

Jika Anda sudah mengatakan tidak nyaman, maka candaan itu seharusnya berhenti—tanpa perlu pembelaan.

3. “Dari dulu juga kamu nggak masalah.”

Ini adalah bentuk manipulasi berbasis masa lalu. Orang tersebut seolah berkata bahwa karena Anda pernah mentoleransi sesuatu, maka Anda tidak berhak berubah.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore