Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Desember 2025, 06.50 WIB

Sering Kecewa dan Gagal? Ini 3 Kebiasaan Orang yang Bangkit Setelah Terlalu Sering Dikecewakan

Tiga kebiasaan sederhana ini jadi kunci kembali ke jalur setelah terlalu sering kecewa./Freepik. - Image

Tiga kebiasaan sederhana ini jadi kunci kembali ke jalur setelah terlalu sering kecewa./Freepik.

JawaPos.com- Jika pernah ada masa yang terasa paling rawan menghadirkan kegagalan, kekecewaan, atau rencana yang berantakan, maka masa itu adalah sekarang.

Hal yang membuatnya terasa lebih berat, musim ini seakan berjalan panjang tanpa garis akhir yang jelas.
Kabar baiknya, bangkit dari keterpurukan selalu mungkin dilakukan, selama kita mau mengerjakan prosesnya.

Keluar jalur bukan berarti kamu gagal. Itu hanya berarti kamu manusia. Sama seperti yang lain, terpenting bukan seberapa jauh kamu tersesat, tetapi bagaimana cara kamu memandangnya dan apa yang kamu lakukan setelahnya.

Menyadari bahwa kamu sedang tidak berada di jalur yang benar, lalu memutuskan untuk kembali, adalah titik awal yang krusial. Namun, jika kamu sudah terlalu lama atau terlalu jauh keluar jalur, jangan memaksakan diri langsung kembali ke ritme lama.

Terlalu cepat bisa terasa menyakitkan dan justru membuatmu mundur lebih jauh.

Dilansir dari Your Tango, berikut tiga kebiasaan yang sering dikembangkan orang-orang yang pernah terlalu sering dikecewakan, tetapi akhirnya mampu bangkit kembali:

1. Mereka Memulai dari Hal Kecil dan Membiarkan Rutinitas Baik Tumbuh
Langkah pertama adalah menentukan apa yang benar-benar penting bagimu. Pilih satu atau dua hal saja jangan semuanya sekaligus.

Misalnya, jika ingin kembali makan sehat, jangan langsung menyusun menu sehat tujuh hari penuh. Mulailah dari hari ini atau besok saja. Setelah itu, tambahkan satu hari lagi, lalu satu hari berikutnya.

Pendekatan bertahap ini terbukti jauh lebih efektif. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memulai perubahan dari langkah kecil dan konsisten lebih mungkin mempertahankan kebiasaan baru dibanding mereka yang mencoba mengubah segalanya secara drastis dalam semalam.

Terlalu keras di awal hampir selalu berakhir pada kelelahan dan kembali ke titik nol.

2. Mereka Mengandalkan Pengingat Bukan Sekadar Niat
Setelah menentukan satu atau dua perubahan utama, langkah berikutnya adalah memasukkannya ke dalam rutinitas harian secara konkret.

Gunakan alarm ponsel, kalender, atau pengingat sederhana. Bisa berupa pengingat waktu makan, jadwal jalan kaki, atau waktu istirahat. Perlakukan itu seperti janji penting karena memang begitu.

Namun ingat, hidup tidak selalu berjalan rapi. Akan ada hari ketika semuanya berantakan. Jangan menyalahkan diri sendiri. Justru di situlah komitmen diuji apakah kamu mau kembali meski hanya sebagian.

Studi menunjukkan bahwa kebiasaan baru jauh lebih mudah dipertahankan ketika dikaitkan dengan pemicu spesifik, seperti alarm atau notifikasi. Pengingat sederhana membantu perilaku baru menjadi otomatis, bukan beban.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore