Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 Januari 2026, 14.04 WIB

Jika Anda Masih Memiliki 10 Barang dari Tahun 70-an Ini di Rumah Anda, Kemungkinan Besar Anda Lebih Bernostalgia daripada yang Anda Sadari

seseorang yang senang mengoleksi piringan hitam./ Freepik/EyeEm - Image

seseorang yang senang mengoleksi piringan hitam./ Freepik/EyeEm

JawaPos.com - Ada masa ketika hidup terasa lebih lambat. Pagi dimulai tanpa notifikasi ponsel, sore diisi suara radio, dan malam ditemani percakapan hangat tanpa layar.

Tahun 1970-an bukan sekadar penanda waktu, melainkan sebuah suasana—penuh kesederhanaan, keakraban, dan rasa “cukup”. Menariknya, jejak era itu sering kali masih berdiam diam-diam di rumah kita.

Jika Anda masih menyimpan beberapa barang lawas dari dekade tersebut, mungkin Anda bukan sekadar kolektor. Bisa jadi, ada bagian dari diri Anda yang masih rindu pada ritme hidup lama—lebih manusiawi, lebih dekat, dan lebih bermakna.

Dilansir dari Geediting pada Sabtu (3/1), terdapat sepuluh barang khas tahun 70-an yang, jika masih ada di rumah Anda, menandakan nostalgia yang lebih dalam dari yang Anda kira.

1. Radio Transistor: Suara Dunia dalam Genggaman

Radio transistor pernah menjadi jendela dunia. Dari berita pagi, sandiwara radio, hingga lagu-lagu lawas yang diputar berulang, benda kecil ini menghadirkan rasa kebersamaan. Menyimpannya hingga kini sering kali berarti Anda merindukan masa ketika informasi datang perlahan, memberi waktu untuk mencerna, bukan menyerbu tanpa henti.

2. Televisi Tabung Hitam-Putih atau Berwarna Awal

Televisi era 70-an bukan sekadar alat hiburan, melainkan pusat keluarga. Satu acara, satu layar, semua berkumpul. Jika TV tabung itu masih ada—meski hanya jadi pajangan—ia menyimpan kenangan tentang tawa bersama, obrolan ringan, dan momen yang tak tergantikan oleh streaming modern.

3. Piringan Hitam (Vinyl) dan Turntable

Vinyl bukan hanya soal musik, tetapi ritual. Membersihkan piringan, menurunkan jarum perlahan, lalu menikmati suara yang “hangat”. Menyimpannya berarti Anda merindukan pengalaman mendengarkan, bukan sekadar memutar. Ada kerinduan pada proses, pada kesabaran, dan pada kedekatan emosional dengan musik.

4. Telepon Putar (Rotary Phone)

Memutar angka demi angka membutuhkan waktu—dan kesabaran. Telepon putar mengajarkan kita bahwa komunikasi adalah usaha. Jika benda ini masih tersimpan, bisa jadi Anda merindukan percakapan yang lebih bermakna, ketika setiap panggilan punya tujuan, bukan sekadar basa-basi cepat.

5. Mesin Tik Manual

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore