
seseorang yang jarang lupa nama di usia lanjut./Freepik/freepik
JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, banyak orang mulai menganggap lupa nama sebagai hal yang wajar.
Nama teman lama, rekan kerja, bahkan orang yang baru ditemui sering kali menguap begitu saja dari ingatan.
Namun menariknya, psikologi menemukan bahwa ada sekelompok orang lanjut usia yang tetap tajam dalam mengingat nama—bukan karena bakat bawaan semata, melainkan karena kebiasaan mental yang mereka latih sepanjang hidup.
Mengingat nama bukan sekadar soal memori, tetapi juga tentang perhatian, emosi, dan cara otak memproses informasi.
Orang-orang yang jarang lupa nama di usia lanjut cenderung memiliki pola hidup dan cara berpikir tertentu yang menjaga koneksi saraf tetap aktif.
Dilansir dari Geediting pada Kamis (8/1), terdapat sembilan kebiasaan yang paling sering ditemukan pada mereka, menurut berbagai temuan psikologi kognitif.
1. Mereka Benar-Benar Hadir Saat Berkenalan
Kebiasaan pertama ini terlihat sederhana, tetapi sangat menentukan. Orang yang jarang lupa nama biasanya hadir sepenuhnya saat berkenalan. Mereka tidak sambil memikirkan hal lain, tidak sibuk menilai penampilan, dan tidak menyiapkan jawaban di kepala.
Dalam psikologi, ini disebut attentional encoding. Nama yang diterima dengan perhatian penuh akan lebih mudah masuk ke memori jangka panjang. Sebaliknya, jika perhatian terpecah, otak bahkan belum sempat “menyimpan” informasi tersebut.
2. Mereka Mengaitkan Nama dengan Makna atau Gambaran
Otak manusia bekerja dengan asosiasi. Orang-orang dengan daya ingat nama yang baik sering kali secara spontan mengaitkan nama dengan sesuatu—entah arti nama, wajah, profesi, atau gambaran visual tertentu.
Misalnya, ketika bertemu seseorang bernama “Budi”, mereka mungkin membayangkan “teman baik” atau seseorang yang pernah dikenal sebelumnya. Psikologi menyebut ini sebagai elaborative rehearsal, yaitu memperkaya informasi agar lebih mudah diingat.
3. Mereka Mengulang Nama dalam Percakapan Awal
Alih-alih merasa canggung, mereka justru sengaja menyebut nama lawan bicara satu atau dua kali di awal percakapan. Pengulangan ini bukan basa-basi, melainkan strategi memori.
Penelitian menunjukkan bahwa pengulangan aktif membantu memperkuat jejak memori. Orang yang melakukan ini sejak muda cenderung mempertahankan kemampuan tersebut hingga usia lanjut.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
